Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
BPS Mencatat Pertumbuhan Indonesia Sebesar 5,06 Persen Pada Kuartal I 2018. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,06 persen pada kuartal I 2018. Angka tersebut naik dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama yakni 2017 tumbuh 5,01 persen.
Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, industri pengolahan menjadi menyumbang tertinggi perekonomian Indonesia pada tiga bulan pertama 2018.
“ Yang paling tinggi itu industri pengolahan 0,97 persen, konstruksi 0,72 persen, perdagangan 0,66 persen, infokom (informasi dan komunikasi) 0,44 persen dan lainnya 2,27 persen," kata Suharyanto saat jumpa pers di kantor BPS, Jakarta, Senin 7 Mei 2018.
Di industri olahan non migas, pengolahan makanan dan minuman serta industri mesin dan perlengkapan tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
" Industri makanan dan minuman ini tumbuh 12,70 persen dan industri mesin dan perlengkapan 14,98 persen,” kata Suharyanto.
Sementara, industri olahan migas yakni batubara dan pengilangan migas tumbuh kecil hanya sebesar 0,13 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding periode yang sama pada tahun 2017 yakni 0,18 persen.
Suhariyanto melanjutkan, beberapa usaha juga mengalami pertumbuhan di kuartal I 2018 perbandingan dengan tahun 2017 di periode yang sama yakni bidang usaha informasi dan komunikasi 8,69 persen, transportasi dan pergudangan 8,59 persen serta jasa lainnya 8,42 persen.
Sementara untuk perbandingan di kuartal I 2018 dan kuartal IV 2018, bidang usaha pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 16,36 persen jasa keuangan dan asuransi 2,43 persen dan jasa lain 1,37 persen.
" Bidang pertanian tumbuh karena masuk pada musim panen," kata Suharyanto.
Pulau Jawa masih menjadi pengumbang terbesar perekonomian Indonesia dengan kontribusi hingga lebih dari separuhnya, atau 58,67 persen. Disusul Pulau Sumatera 21,54 persen, Kalimantan 8,24 persen, Sulawesi 6,02 persen, Bali dan Nusa Tenggara 3,03 persen, Maluku dan Papua 2,50 persen.
" Mudah-mudahan di triwulan berikutnya kita harapkan perekonomian Indonesia terus tumbuh," kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya