Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kenaikan Gaji PNS Disinggung Di Sidang Sengketa Pilpres 2019.
Dream – Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), mempermasalahkan keputusan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, yang memutuskan menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) jelang hari pencoblosan. Langkah itu dinilainya sebagai strategi vote buying.
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 14 Juni 2019, pembelian suara ini bermula dari pembahasan APBN yang melibatkan beberapa kementerian di bawah kendali presiden sebagai calon petahana.
BW menilai penyusunan APBN untuk kepentingan pemenangan paslon 01 dilakukan secara sistematis, matang, tersusun, dan rapi.
" Bertujuan untuk mempengaruhi penerima manfaat baik secara langsung ataupun tidak langsung dari program kerja tersebut, yang kebanyakan tidak lain adalah para pemilih dan keluarganya, agar lebih memilih capres paslon 01, yang tidak lain juga adalah presiden petahana," kata dia di Jakarta.
BW mengatakan program kenaikan gaji PNS sebagai korupsi karena telah menyalahgunakan keuangan negara untuk kepentingan pemenangan paslon 01 pada Pilpres 2019. Tindakan ini dibungkus seolah-olah sebagai program negara.
“ Apalagi nilai uang yang dianggarkan dan dicairkan untuk program-program yang disalahgunakan tersebut tidak sedikit, yaitu total Rp100 triliun yang mana menguntungkan paslon 01 dengan menggunakan fasilitas anggaran,” kata dia.
BW melanjutkan, dapat diduga Jokowi-Maruf dan tim kampanyenya akan berdalih bahwa program negara tersebut bukanlah vote buying karena tak dilakukan oleh pasangan calon.
" Dalih demikian harus dibantah, sebab meskipun dilakukan secara cerdik, yaitu disampaikan dalam forum-forum kenegaraan, hal demikian tidakcmenghilangkan hakekat bahwa anggaran dan program negara tersebut sedang disalahgunakan oleh Presiden petahana Joko Widodo, untuk kepentingan pribadi pemenangan Paslon 01 JokoWidodo dan KH Maruf Amin," ujar dia
BW melanjutkan salah satu indikasi kuat ada penyalagunaan kekuasaan dan anggaran negara terlihat dari inkonsistensi cara berpikir dan kebijakan presiden petahana dan capres 01 tentang keperluan kenaikan gaji PNS.
Di satu sisi, lanjut BW dalam kapasitasnya sebagai Presiden, Joko Widodo menjanjikan kenaikan gaji PNS dan pensiunan PNS yang dibayarkan secara rapel pada pertengahan April 2019 menjelang hari pencoblosan Pilpres 2019.
Namun pada kesempatan debat sebagai Capres pada 17 Januari 2019, Joko Widodo justru menolak ide kenaikan gaji tersebut sebagai bagian dari reformasi birokrasi.
" Dengan logika berpikir yang rasional dan wajar bahwa kenaikan gaji PNS dan pensiunan PNS bukanlah bagian dari kebijakan jangka panjang pemerintahan Jokowi, tetapi lebih merupakan kebijakan jangka pendek dan pragmatis Presiden Petahana Joko Widodo yang juga Capres Paslon 01,yang tidak lain dan tidak bukan bertujuan secara langsung atau tidak langsung untuk mempengaruhi preferensi penerima manfaat program kenaikan gaji tersebut, yaitu para pemilih Pilpres 2019 dan keluarganya," kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya