Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pastikan Kamu Tidur Cukup Agar Produktivitas Kerja Tetap Terjaga, Ya. (Foto: Shutterstock)
Dream – Mengurangi waktu tidur secara teratur tak berarti kamu bisa mengerjakan semua tugas dengan kelebihan waktu yang dimiliki. Sebuah studi menunjukkan orang-orang yang kurang tidur sebenarnya kurang produktif dalam bekerja.
Dikutip dari studyfinds.org, Jumat 13 Juni 2019, studi ini diterbitkan dalam jurnal “ Sleep”. Kajian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidur selama 7-8 jam sehari lebih produktif 20 persen daripada yang tidur selama 5-6 jam per malam.
Produktivitas orang-orang yang tidur selama 5-6 jam per malam justru turun 29 persen.
Studi ini dilakukan oleh National Institute of Environmental Health Sciences. Kajian tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah masalah tidur seperti insomnia, mengantuk, dan mendengkur bisa menyebabkan penurunan produktivitas atau tidak.
Para peneliti mengkaji data dari 1.007 peserta yang berusia 22 tahun—60 tahun. Kualitas tidur ribuan peserta ini juga dilihat dari beragam aspek, mulai dari kesehatan, masalah tempat kerja, sampai tekanan keuangan.
Pimpinan kajian, Robert Yang, mengatakan, insomnia turut memperparah penurunan produktivitas. Robert mengatakan insomnia sedang sampai berat membuat produktivitas anjlok hingga 58 persen.
Kantuk pada siang hari dan mendengkur juga menjadi penyebab produktivitas kerja turun.
“ Ini adalah bukti tidur bukanlah kegiatan yang sia-sia. Ini adalah investasi waktu yang bijak,” kata dia.
Lantas harus bagaimana? Robert menyarankan orang-orang untuk tidak lembur.
“ Cobalah berinvestasi dalam kesehatan pribadi dan keuangan dengan tidur lebih banyak,” kata Robert. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya