Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Keping Biru Syariah Tertekan Hari Ini, Kamis 13 Juni 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Sentimen koreksi pada bursa saham global akibat aksi demonstrasi di Hong Kong menyeret pasar saham domestik. Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut bergerak ke zona negatif.
Kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian akibat perang dagang Amerika Serikat dan China serta kelumpuhan Hong Kong membuat investor asing keluar sementara dari pasar modal Indonesia.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis, 13 Juni 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hanya bisa naik tipis 0,092 poin (0,05%) ke level 183,349.
Saat awal perdagangan, ISSI dibuka melemah di 183,060. ISSI menyentuh level tertinggi di 183,447 dan terseret ke 182,225.
Namun penguatan ISSI tak mampu diikuti dua indeks acuan saham syariah lainnya yang relatif dihuni bluechips syariah.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terpeleset 0,202 poin (0,03%) ke level 672,152. Begitu pula dengan indeks JII70 yang turun 0,336 poin (0,15%) ke level 223,242.
Dua indeks acuan saham syariah ini mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 3,095 poin (0,05%) ke level 6.273,082.
Mayoritas indeks sektoral melemah. Koreksi indeks terbesar di sektor pertanian sebesar 0,67 persen, keuangan 0,36 persen, dan barang konsumsi 0,31 persen.
Ada tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu properti sebesar 2,08 persen, infrastruktur 0,64 persen, dan industri aneka 0,09 persen.
Harga saham BRAM melonjak Rp1.775, AKRA Rp300, SMBR Rp185, BTPS Rp180, dan PTPP Rp110.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah INDR yang harganya turun Rp375, MPMX Rp360, FIRE Rp225, AALI Rp175, dan ICBP Rp150.
Pada 16.10, dolar AS menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS terkerek 6 poin (0,04%) ke level Rp14.247 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya