Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Spanduk Protes Kepada Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Liputan6.com)
Dream - Kursi Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah digoyang. Sejumlah spanduk dalam beberapa hari terakhir muncul di berbagai titik di Indonesia.
Spanduk pertama terpasang di Jalan Durian, Kota Denpasar. Spanduk berwarna hitam tersebut bertuliskan BUMN rugi, ekonomi resesi, Covid-19 tak terkendali'.
Di bawah tulisan tersebut terdapat sebuah hastag bertuliskan #erickout. Pada bagian bawah sudut kanan baliho terpampang wajah Menteri BUMN, Erick Thohir lengkap dengan tulisan 'ERICK GAGAL!!!'.
Jauh dari Bali, spanduk yang sama juga terpasang di wilayah Tangerang Selatan beberapa hari lalu. Dalam unggahan tangsel.info terlihat sebuah foto Erick Thohir dengan hashtag yang sama terpasang dalam ukuran cukup besar.
Pemasangan spanduk besar itu terletak di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangsel, tepatnya di depan kantor PLN.
Sementara dikutip dari unggahan infotangerang.id, Akhmad Yuslizar, Presidium Fordem Banten, menilai kegagalan Erick Thohir terlalu panjang untuk disampaikan.
“ Dari BUMN yang rugi, kebijakan rangkap jabatan, PHK, kegaduhan, soal vaksin dll. Dan, Erick harus out,” ucap pria yang biasa disapa Bung Yoss.

Di Bali, pemasangan spanduk tersebut diakui dilakukan oleh Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Bali. Koordinator ARAK Bali, Oktavian Syah mengatakan pemasangan spanduk dilakukan karena pihaknya menuntut agar Erick Thohir dicopot dari jabatannya sebagai Menteri BUMN.
" Ini sebagai bentuk evaluasi untuk Erick. Pertama, BUMN merugi. Lalu kemudian Erick bilang sudah lama ruginya. Kesombongannya yang saat itu gembar-gembor bahwa Erick adalah harapan baru dengan profesionalitasnya, toh ternyata dia tidak mampu," kata Oktav dikutip Dream dari Liputan6.com.
Menurut Oktav, spanduk itu sebagai bentuk protes sekaligus kritik terbuka yang dilakukan organisasi terhadap kinerja menteri BUMN.
" Ini adalah aksi damai berupa pemasangan spanduk dan baliho yang tidak melibatkan aksi massa, karena kita melihat pada masa pandemi Covid-19 ini kita harus meminimalisasi risiko," katanya.
Sikap berbeda ditunjukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Mamin menilai Menteri BUMN Erick Thohir membawa banyak perubahan dari Menteri BUMN sebelumnya, Rini Soemarno.
Gaya kepemimpinan menteri yang pasti berbeda, tentunya Erick hadir dengan segala macam pertimbangan, masukan, review yang sudah dilakukan oleh menteri-menteri sebelumnya.
Dalam pandangan HIPMI, masa awal kepemimpinan Erick Thohir dilakukan dengan membenahi struktur organisasi di beberapa perusahaan pelat merah dengan merombak sejumlah direksi dan komisaris. Menteri Erick Thohir juga telah membangun team work pengurus BUMN yang kompak dan solid.
Salah satu Prestasi BUMN di bawah kepemimpinan Menteri Erick Thohir adalah melakukan perampingan dan klasterisasi BUMN bagian dari transformasi dan membangun ekosistem sebagai rantai pasok yang andal.
" Pak Menteri sudah melakukan banyak transformasi dan efisiensi," ucap Maming dalam keterangan tertulis HIPMI.
Maming justru mengajak masyarakat di situasi pandemi ini untuk bersama-sama mencari jalan keluar dengan memberikan solusi dalam mengatasi masalah ini.
" Jangan menyalahkan pemerintah, karena semua pemerintah dan stakeholder terkait sedang bekerja keras untuk melawan pandemi Covid-19 ini. Kita harapkan dalam situasi pandemi bisa terus solid, negara bisa tetap menjalankan untuk membenahi BUMN dalam melakukan transformasi pada perusahaan negara," ujar Maming.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya