Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Wabah Covid-19 sedang mencengkeram kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Setelah berpulangnya Dirjen Penataan Ruang Laut Aryo Hanggono, dua dirjen lainnya dilaporkan positif terpapar virus Corona.
Kepala Biro Humas KKP, Agung Tri Prasetyo melaporkan Dirjen Perikanan Budi Daya Slamet Soebjakto positif Covid-19. Namun status Slamet dinyatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG).
Kabar itu diperoleh dari informasi Satgas Covid-19 KKP. " Dia statusnya OTG, jadi sedang isolasi mandiri," kata Agung saat dikonfirmasi Liputan6.com, dikutip Dream, Selasa, 29 September 2020.
Selain Slamet, satu dirjen lain yang dilaporkan terpapar Covid-19 adalah Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti.
Informasi tentang Artati sudah terpapar Covid-19 diketahui sejak 8 September 2020 lalu. Setelah dilakukan berbagai tes, Artati masih berstatus terindikasi positif.
" Jadi sekarang masih dirawat," lanjut Agung.
Selain para dirjen, dari catatan Satgas Covid-19 di KKP juga ditemukan beberapa pegawai yang diduga positif corona. Namun Agung belum bisa menyampaikan angka pastinya. Mereka yang terdampak tengah menjalani perawatan di berbagai tempat.
" Kami kan ada Satgas Covid-19 KKP. Beberapa pegawai juga ada yang kena. Ada yang menjalani isolasi mandiri, dirawat di Wisma Atlet (Jakarta), masuk rumah sakit lain," tutur Agung.
Menindaki situasi ini, KKP telah aktif menyemprotkan disinfektan secara rutin tiap pekan di seluruh wilayah kerja di kantor pusat untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Selain itu, KKP juga sudah mengatur protokol kesehatan dan mengikuti pembatasan pekerja di kantor sebanyak 25 persen.
" Kami juga mohon doanya ya semoga semuanya diberi kesehatan dan kelancaran kembali," tukas Agung.
Dream - Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Aryo Hanggono, meninggal dunia, diduga akibat terpapar virus Covid-19.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo. Agung menyatakan, Aryo meninggal pagi ini setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto.
" Benar (meninggal). Beliau wafat pukul 04.50 WIB pagi ini. (Dirawat di) RSPAD," ujar Agung saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin 28 September 2020.
Agung menyatakan, pada tanggal 9 September 2020, hasil pemeriksaan tes Covid-19 Aryo dinyatakan positif, setelahnya Aryo langsung mendapatkan perawatan intensif.
" Tanggal 9 September hasil tes beliau positif, dan dilanjutkan perawatan. Wafat pagi ini," jelas Agung.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengabarkan, Aryo kini tengah bergulat dengan virus mematikan yang masuk ke Indonesia pada Maret 2020 lalu.
Informasi tersebut didapatnya setelah pihak bersangkutan mengajukan surat kuasa untuk absen hadir dalam rapat kerja bersama Komisi IV pada Selasa, 15 September 2020.
" Kabarnya begitu (Aryo positif Covid-19). Saya sudah tanda tangan surat kuasa bermaterai, kemarin jam 9.30. Dia sedang sakit," kata Sudin kepada Liputan6.com, Rabu 16 September 2020 silam.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya