Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Mi.co.id
Dream - Perusahaan smartphone asal China, Xiaomi, melakukan PHK lebih dari 900 pekerja selama tiga bulan terakhir. Jumlah tersebut mencakup tiga persen dari seluruh pegawai yang bekerja di Xiaomi.
Menurut laman scmp.com, PHK tersebut merupakan imbas dari pendapatan perusahaan yang terus menyusut. Dalam tiga bulan terakhir hingga 30 Juni, laba bersih perusahaan meleset dari perkiraan.
Pendapatan Xiaomi dikabarkan turun 83,5 persen menjadi 1,4 miliar yuan, dibandingkan dengan laba pada periode yang sama tahun lalu sebesar 8,3 miliar yuan.
" Pada kuartal ini, industri kami menghadapi banyak tantangan, termasuk meningkatnya inflasi global, fluktuasi valuta asing dan lingkungan politik yang kompleks. Tantangan-tantangan ini secara signifikan memengaruhi permintaan pasar secara keseluruhan dan hasil keuangan kami untuk periode tersebut," kata presiden Xiaomi, Wang Xiang.
Produk domestik bruto China hanya tumbuh 0,4 persen pada kuartal kedua, terburuk sejak kuartal pertama 2020, ketika wabah virus corona menutup sebagian besar negara itu, dan mendorong PDB turun 6,8 persen.
Pendapatan dari segmen smartphone Xiaomi juga ikut turun 28,5 persen, dari 59,1 miliar yuan pada kuartal kedua tahun lalu menjadi 42,3 miliar yuan pada periode yang sama tahun ini, terutama karena penjualan smartphone yang lebih rendah.
Dalam laporan pendapatan, Xiaomi mengatakan pengiriman smartphone turun 26,2 persen pada kuartal tersebut karena hambatan ekonomi makro global dan pemulihan ekonomi akibat Covid-19 di China.

Selain Xiaomi, Tencent Holdings, raksasa video game dan media sosial, minggu ini juga melaporkan penurunan pendapatan kuartalan pertamanya dan mem-PHK lebih dari 5.000 pekerja, atau sekitar 5 persen dari total tenaga kerjanya, pada kuartal kedua.
Perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu juga menarik sejumlah fasilitas untuk karyawan, seperti buah gratis di kantin perusahaan.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya