Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Gedung Amazon/ Foto: Aboutamazon.com
DREAM.CO.ID - Amazon disebut bakal melakukan PHK kepada 30.000 karyawannya. Ini akan menjadi pemangkasan karyawan terbesar Amazon sejak akhir 2022, ketika perusahaan merumahkan sekitar 27.000 karyawan
Angka tersebut memang hanya sebagian kecil dari total 1,55 juta karyawan Amazon. Namun selama dua tahun terakhir, Amazon telah melakukan pemangkasan dalam jumlah lebih kecil di berbagai divisi, termasuk perangkat, komunikasi, dan podcast.
Menurut tiga sumber yang dihubungi Reuters, pemangkasan karyawan ini sebagai upaya perusahaan untuk mengurangi pengeluaran dan mengimbangi perekrutan berlebihan selama lonjakan permintaan pada masa pandemi.
Pemangkasan yang dimulai minggu ini kemungkinan akan berdampak pada berbagai divisi, termasuk sumber daya manusia (People Experience and Technology atau PXT), operasi, perangkat dan layanan, serta Amazon Web Services (AWS), menurut sumber tersebut.

Para manajer dari tim yang terdampak diminta untuk menjalani pelatihan pada hari Senin tentang cara berkomunikasi dengan staf setelah pemberitahuan melalui email yang akan mulai dikirimkan pada Selasa pagi hari ini.
CEO Amazon, Andy Jassy, sedang menjalankan inisiatif untuk mengurangi birokrasi berlebihan, termasuk dengan memangkas jumlah manajer. Ia juga membuat jalur pengaduan anonim untuk melaporkan ketidakefisienan, yang telah menerima sekitar 1.500 laporan dan menghasilkan lebih dari 450 perubahan proses.
Jassy mengatakan pada bulan Juni bahwa penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) yang meningkat kemungkinan akan menyebabkan lebih banyak pemutusan hubungan kerja, terutama karena otomatisasi tugas-tugas berulang dan rutin.
“ Langkah terbaru ini menunjukkan bahwa Amazon kemungkinan telah merasakan cukup banyak peningkatan produktivitas yang digerakkan oleh AI di dalam tim korporatnya, sehingga memungkinkan pengurangan tenaga kerja yang besar,” kata Sky Canaves, analis dari eMarketer.
“ Amazon juga berada di bawah tekanan jangka pendek untuk menyeimbangkan investasi jangka panjangnya dalam pengembangan infrastruktur AI," lanjutnya.
Lingkup penuh dari gelombang PHK kali ini belum sepenuhnya jelas. Orang-orang yang mengetahui masalah ini mengatakan jumlah tersebut masih dapat berubah seiring dengan pergeseran prioritas keuangan Amazon. Majalah Fortune sebelumnya melaporkan bahwa divisi sumber daya manusia bisa mengalami pemangkasan sekitar 15%.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya