Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bangkai Ikan Paus Di Dalam Hutan Amazon (Foto: The Independent/Semma)
Dream - Kematian paus bungkuk di dalam hutam Amazon, Brasil, membuat bingung peneliti dan pakar margasatwa. Mamalia berbobot 10 ton tersebut ditemukan di semak belukar di Pulau Marajo, mulut Sungai Amazon.
Dugaan awal yang berkembang di antara para ilmuwan, hewan laut tersebut terbawa ke dalam hutan saat terjadi badai. Meski begitu, mereka tak mengetahui bagaimana paus itu sampai ke dalam hutan. Selain badai, kemungkinan lain yang muncul yaitu mahluk tersebut berenang di lepas pantai.
Pejabat departemen kesehatan, sanitasi, dan lingkungan wilayah Para, Brasil, mengatakan paus bungkuk sepanjang sebelas meter itu pertema kali ditemukan setelah mengikuti burung bangkai yang mencari bangkai besar.
Bangkai paus bungkuk itu ditemukan di bagian terpencil rawa bakau di delta Amazon. Ilmuwan dan ahli perlu dua kali waktu perjalanan untuk menjangkau lokasi tersebut.
Dikutip dari laman The Independent, Selasa 26 Februari 2019, kelompok konservasi, the Bicho D'agua Institute, sempat memeriksa paus tersebut sebelum akhirnya ditemukan mati.
Kepala proyek, Renata Emin, mengatakan, menduga mamalia tersebut sampai di lokasi terpencil itu karena gelombang pasang.
" Kami bingung apa yang dilakukan paus bungkuk itu di pantai utara Brasil selama Februari," ujar dia.
Paus bungkuk umumya terlihat di selatan Pantai Bahia, Brasil, pada Agustus dan November. Tetapi, dia sangat jarang berjalan ribuan kilometer ke utara ke mulut Amazon.
Emin mengatakan, paus tersebut sempat dianggap anak sapi yang terpisah dari induknya saat bermigrasi ke selatan.
Para peneliti akan memeriksa sampel dan bangkai paus tersebut untuk penelitian lebih lanjut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya