Innalillahi, Pelajar Inspiratif yang Digendong Menag Wafat

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 26 Februari 2019 11:20
Innalillahi, Pelajar Inspiratif yang Digendong Menag Wafat
Luthfi meninggal setelah mengalami batuk keras dan sesak nafas.

Dream - Sosok M Luthfi Salman sempat menyedot perhatian publik. Pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Jakarta ini sampai membuat Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, kagum.

Tetapi, bocah difabel cerdas itu telah tiada. Luthfi meninggal pada Sabtu 23 Februari 2019.

Dikutip dari Kemenag.go.id, Selasa 26 Februari 2019, pada Jumat pekan lalu, Luthfi yang saat masih duduk di bangku kelas 9 sempat mengikuti try out jelang ujian akhir madrasah. Malam harinya, bocah ini batuk parah sampai kesulitan bernafas.

Dalam keadaan tak sadarkan diri, Luthfi dilarikan ke RSUD Pasar Minggu dan menjalani perawatan di ruang PICU. Tetapi, bocah inspiratif itu mengembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu malam.

1 dari 2 halaman

Bocah Inspiratif, Pernah Digendong Menag

Luthfi merupakan siswa inklusif yang berkesempatan menempuh pendidikan di MTsN 19 Jakarta. Bocah ini memiliki tinggi badan hanya 43 sentimeter.

Meski begitu, Luthfi tidaklah minder. Dia tetap ceria dan bersemangat dalam belajar. Semangat Luthfi pun menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

" Dia bisa membangkitkan empati teman-temannya," ujar Kepala MTsN 19 Jakarta, Retno Dewi.

Luthfi juga menjadi salah satu model dalam video Menggapai Prestasi di Madrasah Inklusif yang diputar saat pembukaan Kompetisi Sains Madrasah dan AKSIOMA Madrasah Nasional 2017 di Yogyakarta. Video itulah yang membuat Lukman terharu.

Usai pemutaran video tersebut, Lukman segera menghampiri Luthfi. Setelah berbincang sejenak, Lukman lalu menggendong Luthfi, sebagai wujud kekaguman atas sosok bocah itu yang menginspirasi.

2 dari 2 halaman

Momen Haru Menag Gendong Pelajar Madrasah

Dream - Fisik Muhammad Luthfi Salman tidak seperti anak kebanyakan. Pelajar kelas 7 Madrasah Tsanawiyah Negeri 19 Jakarta itu bertubuh mungil. Tinggi badannya hanya 40 sentimeter.

Meski begitu, Luthfi bisa dibilang beruntung. Dia dapat kesempatan digendong oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Momen tersebut terjadi saat pembukaan Ajang Kompetisi Seni dan OlahragaMadrasah (Aksioma) sekaligus Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2017 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Senin malam, 7 Agustus 2017.

Lukman dan para hadirin sempat menyaksikan cuplikan film dokumenter 'Menggapai Cahaya Masa Depan Melalui Madrasah Inklusi' dalam prosesi pembukaan. Di akhir film, Luthfi muncul sembari mengucapkan terima kasih.

"  Assalamu 'alaikum Pak Menteri, ini Luthfi. Pak Menteri, makasih ya, Luthfi sudah boleh sekolah di madrasah. Assalamu 'alaikum," demikian ucapan Luthfi dalam film tersebut, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa, 8 Agustus 2017.

Usai menyaksikan film tersebut, Lukman langsung mendatangi Luthfi yang duduk di jajaran bangku hadirin paling depan. Lukman seketika menggendong pelajar itu.

Keduanya pun saling tersenyum, lalu berbincang. Momen penuh haru itu disaksikan ribuan mata yang hadir di Stadion Mandala Krida.

" Senang, enggak kebayang bakal digendong Pak Menteri. Tadi pas lihat saya, Pak Menteri senang gitu. Terus langsung digendong," kata Luthfi.

Usai pembukaan, Lukman didampingi Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenag Trisna Willy Lukman Hakim menemui Luthfi, Kenichi Satria Kaffah, dan Ainun Nushrotillah Alfalah.

Ketiganya adalah pelajar berkebutuhan khusus di MTsN 19 Jakarta, yang merupakan madrasah inklusi.

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan