Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Logo NU (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar musyawarah nasional (munas) ulama dan konferensi besar (konbes) NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Banjar Jawa Barat pada 27 Februari 2019 hingga 1 Maret 2019 dengan tema " Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat" .
Dewan Pengarah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019, Robikin Emhas mengatakan, Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini merupakan, salah satu forum tertinggi setelah muktamar, yang wajib diselenggarakan minimum dua kali dalam satu periode kepengurusan.
" Munas Alim Ulama membahas berbagai hal penting terkait keagamaan dan kebangsaan. Selama ini populer disebut dengan istilah bahtsul masail," ujar Robikin dalama keterangan tertulisnya, Selasa 26 Februari 2019.
Ia berujar, pembahasan itu meliputi Bahtsul Masail Waqiiyyah (Aktual), Maudluiyyah (Tematik) dan Qonuniyyah (Perundang-Undangan). " Itu domain Munas Alim Ulama," ucap dia.
Sementara dalam Konbes NU biasanya lebih membahas mengenai organisasi internal, dengan harapan NU semakin eksis dalam meningkatkan kualitas layanan semakin baik.
Selain itu, Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini juga akan membahas mengenai masalah pilpres, pilkada dan pemilu di Indonesia yang akan diselenggarakan pada April 2019.
Menurutnya, pemilu ini jangan dijadikan sebagai ajang mencari kekuasaan, tapi sebagai bentuk komitmen para calon yang akan maju untuk menegakkan kedaulatan bangsa dan negara.
" NU selalu berupaya membantu program-program pemerintah yang mendukung kesejahteraan rakyat. NU juga memastikan NKRI adalah kesepakatan final yang tidak boleh dirongrong siapa saja," kata dia.
Masalah pencemaran lingkungan, niaga perkapalan dan berbagai isu lainnya juga masuk dalam topik pembahasan dalam forum ini.
" Akan membahas sejumlah masalah penting yang diklasifikasi dalam Masail Waqi`iyah (mencakup bahaya sampah plastik, niaga perkapalan, bisnis money game, dan sel punca); Masâil Maudlûiyah (masalah kewarganegaraan dan hukum negara, konsep Islam Nusantara, dan politisasi agama), dan Masuil Diniyah Qanuniyah (RUU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual).
NU juga nantinya akan merekomendasikan mengenai agar pemerintah membertimbangkan kembali pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), untuk mengatasi defisit pasokan energi dalam janga panjang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya