Guru Besar IPB: Gas Kebakaran Gambut Sama dengan Sianida

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 25 Februari 2019 19:02
Guru Besar IPB: Gas Kebakaran Gambut Sama dengan Sianida
Gas tersebut berdampak panjang.

Dream - Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutala) menjadi salah satu topik debat capres beberapa waktu lalu. Tak hanya d ranah politik, kasus ini rupanya sudah menjadi bahan penelitin.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Bambang Hero Saharjo, mengatakan, kasus karhutla sudah masuk dalam ranah penelitian ilmiah yang dimuat dalam jurnal internasional berjudul Field measurements of trace gases and aerosols emitted by peat fires in Central Kalimantan, Indonesia, during the 2015 El Nino.

Penelitan yang dilaporkan dalam jurnal ini dipublikasikan pada 2016. Dari riset itu diketahui bahwa gas yang muncul akibat kebakaran hutan punya dampak berbahaya.

" Lebih dari 90 jenis gas yang terlepas ke udara selama kebakaran gambut berlangsung, 50 persennya beracun," ujar Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 25 Februari 2019.

Bambang menjelaskan, gas yang berasal dari kebakaran lahan gambut dapat menyebabkan asma, pneumonia, gangguan penglihatan, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan juga mengakibatkan kematian.

Menurut dia, gas yang keluar dari kebakaran gambut sama berbahanya dengan kandungan senyawa hidrogen sianida. " Efeknya memang tidak langsung membunuh, tapi layaknya bom waktu, mengintai dan siap meledak," ucap Bambang.

Selain hidrogen sianida, masyarakat juga dapat terdampak penyakit dari senyawa lain. Misalnya, furan yang dapat mengakibatkan cacatnya janin atau janin meninggal.

Saat ini, kata dia, ada upaya pasti dari pemerintah untuk mengurangi atau menghilangkan karhutla dengan membentuk Badan Restorasi Gambut melalui Perpres Nomor 1 Tahun 2016.

" Saya memandang upaya Pemerintah untuk merestorasi gambut patut diapresiasi. Berkurangnya titik panas dan kebakaran di lahan gambut hingga lebih 80% dariangka yang samapadatahun 2015 memberibukti," kata Bambang.

Beri Komentar