Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Peluncuran Buku Fiqih Disabilitas (NU Online)
Dream - Kaum difabel kerap menemui kendala dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya fasilitas dan perhatian membuat mereka seperti tersisihkan.
Belum lagi soal aturan syariat yang lebih banyak mengatur urusan Muslim dengan kondisi tubuh normal. Padahal, Muslim difabel mengalami persoalan serupa.
Berangkat dari kondisi itu, Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) merilis buku panduan keagamaan untuk Muslim difabel. Buku ini memuat segala ketentuan fikih bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
" Buku ini dicetak oleh PBNU dan akan disebarluaskan ke banyak pihak termasuk DKM (Dewan Kesejahteraan Masjid). Yang jelas buku ini mendorong paradigma baru perihal difabilitas di tengah masyarakat," ujar Sekretaris LBM PBNU, KH Sarmidi Husna, dikutip NU Online, Jumat 30 November 2018.
Panduan ini disusun atas kerja sama antara LBM PBNU, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), dan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB).
Buku ini membahas secara rinci masalah yang kerap dialami Muslim difabel seperti ibadah murni, muamalah, pernikahan, maupun siyasah. Seluruh pembahasan didasarkan pada inventarisasi masalah yang dibahas di sejumlah diskusi intensif melibatkan pihak terkait.
Sarmidi menjelaskan buku ini muncul atas keprihatinan terhadap para Muslim difabel yang kerap terkendala ketika hendak beribadah. Sebagian masyarakat difabel sempat mendatangi LBM PBNU, berharap adanya solusi agama terkait persoalan yang mereka hadapi.
" Sebelum Munas NU di Lombok pada 2017 lalu kami didatangi kelompok disabilitas. Kami mengadakan diskusi terbatas dengan mereka," ucap Sarmidi.
Hasil diskusi tersebut disampaikan dalam forum Munas NU. Tetapi, hanya dibahas di komisi maudhu'iyah yang begitu konseptual.
" Karena tidak mungkin membahas secara rinci dengan kesempatan terbatas," ucap Sarmidi.
Ketua Umum Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, Gufroni Sakarii, mengapresiasi terbitnya buku ini. Menurut dia, selama ini kaum Muslim difabel sangat menantikan adanya buku semacam ini.
" Buku ini ditunggu-tunggu oleh kalangan disabilitas karena terus terang kami gelisah apakah ibadah kami diterima. Pasalnya, ibadah kami tidak masuk syarat dalam teks-teks agama yang beredar di tangan masyarakat," ucap dia.
Gufroni menyatakan buku ini memberikan manfaat sangat besar terhadap Muslim difabel. Sejauh ini, belum ada kitab yang khusus membahas ketentuan fikih bagi kelompok difabel.
" Alhamdulillah, kalau di luar hiruk pikuk politik, kita di sini membicarakan masalah yang sangat dibutuhkan oleh kalangan difabel," ucap Gufroni.
Apresiasi juga disampaikan oleh istri Presiden Abdurrahman Wahid, Hj Shinta Nuriyah. Dia juga berterima kasih atas langkah PBNU membuat terobosan yang memihak kaum difabel.
" Sejak kecil belajar fikih, saya tidak pernah mendengar fikih disabilitas. Saya tidak pernah membayangkan ada buku dengan tema ini," ucap Shinta. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam