Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Menyebut Lonjakan Kasus Di India Berujung Kepada `pemangkasan` Jatah Vaksin COVID-19 Untuk Indonesia.
Dream – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menngungkapkan Indonesia mendapatkan bantuan vaksin Covid-19 dari GAVI-COVAX sebanyak 11,7 juta dosis. Namun, lonjakan kasus Covid-19 di India membuat jatah vaksin gratis yang didapatkan Indonesia menurun drastis.
“ Gara-gara ada lonjakan kasus di India, India mengembargo vaksin. Kita kehilangan 10 juta dosis yang seharusnya diperoleh dari kerja sama dengan GAVI,” kata Budi Gunadi dalam webinar “ Forum Indonesia Bangkit: Strategi Sektor Kesehatan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi”, Selasa 6 April 2021.
Sekadar informasi, COVAX-GAVI merupakan kerja sama pengembangan vaksin antara World Health Organization dengan Aliansi Vaksin Dunia (GAVI). Rencananya, Indonesia mendapatkan 11,7 juta dosis secara gratis. Namun, yang didapatkan Indonesia malah di bawah 2 juta dosis.
“ Rencananya dapat 11,7 juta vaksin, tapi kita dapat 1,3 juta-1,4 juta, kemudian sisanya berhenti,” kata dia.
Budi Gunadi mengatakan, rencananya, pada Maret-April, ketersediaan vaksin COVID-19 sebanyak 15 juta per bulan. Dengan begitu, vaksinasi bisa diberikan sebanyak 500 ribu dosis per hari. Tapi, lonjakan kasus di India membuat realisasi rencana terasa sulit.
“ Kemudian, bulan April ini sangat sulit masanya karena jumlah vaksin sedikit,” kata dia.
Namun, lanjut wakil menteri BUMN, rencananya produksi vaksin COVID-19 oleh PT Bio Farma (Persero) bisa meningkat kembali. “ Dengan begitu, lajunya bisa kita tingkatkan,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya