Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mal Ashta, Foto : Dream.co,id/Nur Ulfa
Dream - Di tengah kondisi perekonomian yang sulit akibat pandemi Covid-19, Agung Sedayu Grup berani membuka mal premium. Mal bernama Ashta itu berlokasi di SCBD, Jakarta Selatan.
Jessa Setiabudi, Deputy GM Leasing ASRI, menjelaskan bahwa Ashta dibuka saat kondisi pandemi karena mereka ingin kembali membangkitkan perekonomian.

" Konsep kita itu baru melihat adanya customer behavior. Semenjak pandemi, brand lokal punya potensi besar. Ini opportunity, tahun depan kita masih belum bisa ke luar negeri maka dari itu kita mau maksimalkan itu semua ofcourse. Kalau enggak mulai dari sekarang enggak akan lebih baik," kata Jessa di Mal Ashta, SCBD Jakarta Selatan, Rabu 11 November 2020.
Memang mal yang terdiri dari 4 lantai ini didominasi dengan tenant produk luar negeri, seperti Maison Kitsune, %Arabica, Nagara Coffee, Yuukatsu, dan masih banyak lagi. Meski begitu tak sedikit pula tenant yang berasal dari dalam negeri, terutama brand fashion.

Ashta mengedepankan brand-brand lokal dari desainer dalam negeri yang karyanya bisa diperhitungkan dan sering tampil diacara fashion luar negeri.
" Fashion brand sebelum pandemi itu mengalami keadaan buruk, fashion brand yang berhasil itu kaya Uniqlo, H&M, Zaara, tapi kita gak ngarah ke fashion seperti itu tapi ke local brand yang mengarah ke internasional," ucap dia lagi.

Menurut Jessa, mal ini sangat tepat dibangun diantara perkantoran, perumahan Senopati serta aparteman yang terletak tepat disamping Ashta.
" Kita di daerah sibuk kita cari tenant sesuai dengan jadwal, kegiatan dan jumlah waktu yang di-spend seharian ini dimana itu yg diterapkan. Mengarah ke orang kerja, orang yang tinggal di sini," kata dia.
Selain menghadirkan tenant makanan dan minuman, serta fashion, di dalam Ashta juga terdapa bioskop premium, karena di satu ruangan hanya ada 50 kursi dan 36 kursi. Karena masih menerapkan prokol kesehatan, uniknya disetiap bangku yang kosong terdapat gambar selebritis Hollywood.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya