Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
LRT Jakarta (Foto: Merdeka.com)
Dream - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumandi mengapresiasi rampungnya pekerjaan kontsruksi LRT Jabodebek tahap pertama.
PT Adhi Karya selaku kontraktor telah memasang bentang panjang terakhir sepanjang 218 meter di Stasiun Dukuh Atas, Kuningan.
Menurut Budi, teknologi yang dikembangkan dalam pembangunan LRT merupakan salah satu inovasi yang memudahkan penyelesaian proyek bagi kebutuhan masyarakat.
" Inovasi teknologi yang memudahkan satu proyek adalah inisiatif yang harus selalu dilakukan. Saya apresiasi kegiatan ini untuk satu efisiensi dan memberi contoh kepada pembangun lain agar apabila membangun harus memperhatikan hal-hal tersebut," ujar Menhub Budi dalam konferensi pers virtual, Rabu 11 November 2020.
Menhub mengatakan, Jakarta adalah kota aglomerasi yang membutuhkan konektivitas massal karena menghubungkan beberapa titik penting.
Pembangunan moda transportasi modern seperti LRT dan MRT yang mendukung konektivitas tersebut membutuhkan teknologi yang canggih.
" Alhamdulillah, kontraktor nasional juga mampu membangun suatu konstruksi yang relatif sulit dilakukan dan suatu kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di ASEAN," tandas Menhub Budi.
Sementara itu, beriringan dengan rampungnya pembangunan LRT tahap pertama, Adhi Karya juga menorehkan 3 rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) atas 3 prestasi.
" Penggunaan U-shaped Girder untuk LRT Jabodebek, alhamdulillah, merupakan sejarah karena kita dapat rekor MURI karena terpanjang, 40 km," kata Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi.
Prestasi lainnya ialah produksi U-shaped Girder ini juga menjadi yang pertama yang diimplementasikan pada proyek sistem jalur kereta.
Kemudian, rekor MURI juga ditujukkan karena dalam pelaksanaannya, Adhi Karya dapat melakukan seri pengiriman terberat U-shaped Girder untuk sistem jalur kereta tanpa kecelakaan.
Sumber: merdeka.com
Dream - Sahabat Dream yang melintas di sepanjang jalan tol Jagorawi atau Jakarta-Cikampek pasti sering melihat tiang-tiang yang perlahan-lahan sudah mulai terpasang jalur rel. Rencananya jalur tersebut akan digunakan untuk moda transportasi LRT Jabodetabek.
Kabar terbaru datang dari manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang telah melakukan penandatanganan Perjanjian Perubahan dan Pernyataan Kembali atas Perjanjian Kredit Sindikasi Termasuk Tambahan Pembiayaan Depo & Stasiun LRT Jabodebek Sebesar Rp 4,2 Triliun.
Penandatanganan adendum perjanjian tersebut digelar di dua tempat yaitu Gedung Jakarta Railways Center (JRC) dan Kantor Pusat PT KCI dengan metode virtual, pada Jumat, 18 September 2020.
penandatangan perjanjian fasilitas kredit ini dilakukan oleh 15 Bank Sindikasi yang terdiri dari Himbara, BPD, Bank Swasta Nasional dan Bank Swasta Asing.
Bank-bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, PT SMI, Bank DKI, MUFG, Hana Bank, Shinhan Bank Indonesia, Bank Sumut, Bank Mega, Bank Permata, Bank BJB, dan Bank Papua.
" Dengan dukungan penuh dari perbankan, kami optimis LRT Jabodebek dapat selesai tepat waktu. LRT Jabodebek akan menjadi andalan baru masyarakat untuk bertransportasi dari kawasan bogor, depok, dan bekasi, menuju ibukota," ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangannya.
Secara rinci, pinjaman ini merupakan tambahan atas pinjaman sebelumnya pada tahun 2017 sebesar Rp 18,1 triliun untuk kredit investasi dan Rp 1,15 triliun untuk Kredit Modal Kerja.
Didiek menambahkan, penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen KAI dan perbankan dalam merampungkan proyek LRT Jabodebek yang ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan 2022.
" Diharapkan dengan adanya transportasi massal yang dapat diandalkan, dapat semakin meningkatkan mobilitas masyarakat dalam beraktivitas sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional nantinya," tutup Didiek.
Untuk mengakomodir kebutuhan mobilisasi masyarakat, KAI menyediakan 18 Stasiun pemberhentian LRT Jabodebek. Setiap rangkaian LRT Jabodebek terdiri dari 6 (enam) kereta yang dapat dioperasikan tanpa masinis.
LRT Jabodebek diproyeksikan mampu melayani 116 ribu pengguna per hari pada awal masa operasinya dan diharapkan meningkat menjadi 474 ribu pengguna per hari pada tahun 2071.(sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya