Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perusahaan makanan cepat saji McDonald melansir terjadinya penurunan penjualan sebesar 3,3% di Amerika Serikat. Hal ini karena etersebut tengah dihadapkan lima masalah besar.
Sementara merek makanan cepat saji lain seperti Chipotle mengalami peningkatan penjualan sebesar 19,8%. McDonald yang memiliki 14 ribu lokasi dan Chipotle yang hanya memiliki 1.700 lokasi mengaku keberatan untuk meningkatkan penjualan selagi lima masalah tersebut belum teratasi.
Apa saja masalah yang dihadapi perusahaan ini seperti dikutip dari Emirates 247, Rabu, 22 Oktober 2014.
1. Citra Makanan yang Buruk
Untuk menjaga citra makanan, McDonald meluncurkan kampanye di media sosial pekan lalu. Lewat akunnya, McD membuka pintu komentar dan pertanyaan kepada masyarakat. Dari situlah terlihat betapa buruknya citra makanan cepat saji ini di mata masyarakat.
Pasalnya, banyak komentar miring yang diterima McD, seperti " Mengapa tidak Anda simpan saja makanan Anda" dan pertanyaan " Apakah Anda menggunakan daging ayam untuk McNuggets?"
Namun, dengan program ini, McD berusaha membangun kembali kepercayaan pelanggan.
2. Kurang Fleksibel
McDonald terkenal dengan konsistensinya dalam menu. Hal ini berbeda jika dibandingkan Chipotle yang bisa disesuaikan dengan pesanan pelanggan.
Namun, McD kini tengah melakukan pengujian untuk fasilitas 'build your own burger'. Nantinya pelanggan bisa memilih roti, patty, dan topping yang mereka inginkan.
3. Pelayanan lambat dan kurang akurasi
Eksekutif McDonal mengatakan terlalu banyak item yang diperkenalkan dalam tahun ini. Hal ini membuat terjadinya pelambatan dalam pelayanan dan kurang akurasi dalam memenuhi pesanan pelanggan. Untuk itu, McD akan fokus pada menu sederhana yang paling populer.
4. Sensitivitas Harga
Menaikkan harga tanpa mengurangi pelanggan merupakan sesuatu yang sulit. Padahal harga bahan baku mengalami kenaikan, seperti daging sapi dan keju.
Guna menyiasati itu, McD membuat paket menu baru dengan harga maksimal US$ 5 dolar. Paket ini mengimbangi kenaikan harga pada paket normal.
5. Peningkatan Kompetisi
Banyaknya pemain baru di bisnis makanan saji, seperti Chipotle dan Taco Bell ditambah pemain lama seperti Burger King dan Wendy's yang telah mengintensifkan bisnisnya memaksa McD untuk melakukan inovasi guna tetap mendominasi pasar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya