Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Regulasi yang telah mendukung industri keuangan syariah rupanya belum mampu mengembangkan industri ini di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.
Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Syakir Sula menilai, perlunya dukungan penuh dari pemerintah guna mengembangkan bisnis syariah di tanah air. Pasalnya, jika tidak ada dukungan, maka industri keuangan syariah tetap bakal jalan di tempat seperti yang terjadi pada masa pemerintahan SBY.
" Pengalaman selama 10 tahun pada masa pemerintahan SBY yang tidak terlalu memberi perhatian dalam perekonomian syariah. Action-nya tidak ada, hanya sebatas pidato," ujar Syakir kepada Dream.co.id, Selasa, 21 Oktober 2014.
Saat ini, lanjut Syakir, regulasi yang diberikan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah sangat mendukung perkembangan industri keuangan syariah.
" Secara regulasi ekonomi syariah saat ini sudah cukup teregulasi dengan baik, aspek legalitasnya ada sehingga industri keuangan bisa mengembangkan produknya cukup leluasa. Tapi untuk pengembangan tidak cukup regulasi, perlu dukungan pemerintah," jelasnya.
Untuk itu, Syakir berharap pemerintahan di tangan Presiden baru Joko Widodo bisa memberikan perhatian kepada pengembangan ekonomi syariah. Salah satunya dengan memilih menteri yang memunyai konsep ekonomi syariah.
" Meneg BUMN, Menkeu, Menko Perekonomian, dan Kepala Bappenas yang sangat bersenggolan dengan ekonomi syariah. Jika keempat posisi ini ditempati orang-orang yang mengerti konsep ekonomi syariah, maka industri keuangan syariah dapat berkembang, jadi kita tunggu susunan kabinet beliau (Jokowi)," pungkasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya