Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bank `Pelat Merah` Terbesar Saudi Belum Syariah

Reporter : Ramdania
Selasa, 21 Oktober 2014 17:27
Bank `Pelat Merah` Terbesar Saudi Belum Syariah
Pekan lalu, beberapa anggota Dewan Ulama Senior mengkritisi rencana IPO NCB karena bank tersebut dinilai banyak melakukan bisnis non-Islam.

Dream - Keputusan ini diambil ketika National Commercial Bank (NCB) akan meluncurkan penawaran umum saham (IPO) sebesar US$ 6 miliar. Nilai itu merupakan yang terbesar selama ini di Arab. Namun, karena masih berstatus bank konvensional maka dampaknya akan besar bagi negara.

NCB merupakan bank milik negara yang memiliki aset sekitar US$ 116 miliar. Saat ini masih melakukan bisnis campuran. Meski sebagian besar tetap sesuai dengan prinsip-prinsip Islam . Seperti larangan pembayaran bunga dan spekulasi, tetapi ada juga bisnis perbankan konvensional, seperti beberapa yang dilakukan bank konvensional lainnya di Arab.

Pekan lalu, beberapa anggota Dewan Ulama Senior mengkritisi rencana IPO NCB karena bank tersebut dinilai banyak melakukan bisnis non-Islam.

" Agama datang di atas segala hal," ujar salah satu anggota dewan ulama Sheikh Abdullah al-Mutlaq seperti dikutip dari Arabian Business, Selasa, 21 Oktober 2014.

Namun, analis bursa saham menilai kritik itu tidak akan menggagalkan rencana IPO yang telah disiapkan. Apalagi para investor dijanjikan keuntungan yang besar.

Namun, Dewan Syariah meminta agar NCB bisa mengubah banknya menjadi bank syariah penuh dalam jangka waktu tertentu atau tidak melebihi 5 tahun. Hal ini sesuai dengan fatwa yang memperbolehkan membeli saham bank yang akan berubah menjadi bank syariah utuh.

Pada laporan keuangan Juni lalu, NCB mengumumkan bahwa dua pertiga aset bank ini berasal dari bisnis syariah, sementara sepertiganya masih dari bisnis konvensional.

Konversi dari bank konvensional menjadi syariah belum pernah terjadi sebelumnya. NCB diharapkan dapat mengonversi anak perusahaannyse seperti broker dan unit pengelolaan dana.

Penawaran saham NCB akan berlangsung hingga 2 November 2014. Para analis memperkirakan harga yang ditawarkan akan murah karena sebagai bentuk upaya pemerintah untuk berbagi kekayaan perusahaan dengan warganya. Hal ini akan menarik banyak peminat. (Ism)

Beri Komentar