Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Aksi Ambil Untung Lemahkan Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 21 Oktober 2014 16:28
Aksi Ambil Untung Lemahkan Indeks Syariah
Pemodal asing kembali melakukan aksi jual dengan mencetak nett sell Rp 82 miliar.

Dream - Aksi ambil untung pelaku pasar akhirnya menyeret indeks bursa saham Indonesia ke zona merah. Lonjakan tinggi akibat sentimen pelantikan Joko Widodo sebagai presiden memang rentan memikat investor.

Kembalinya aksi jual pemodal asing juga membuat bursa saham Indonesia tak kuasa menahan laju koreksi. Belum lagi, kondisi bursa saham regional yang didominasi pelemahan indeks.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11,18 poin (0,22%) ke level 5.029,34.

Tanda-tanda pelemahan IHSG memang sudah terlihat di awal perdagangan. Dibuka menguat 16,75 poin (0,33%), IHSG terus melaju dalam tren melemah.

IHSG sebetulnya sempat membawa harapan setelah menguat ke level tertinggi 5.060,32. Namun pemodal yang tak kuasa menahan godaan menarik untung, akhirnya melakukan aksi jual saham. Alhasil, IHSG terseret masuk zona merah.

Hingga sesi penutupan, tercatat 174 emiten mengakhiri perdagangan di zona merah. Beruntung masih ada 134 emiten yang mampu menahan IHSG dari pelemahan yang lebih dalam.

Setelah kemarin ramai dengan aksi jual beli, kini lantai bursa justru kembali bergerak normal. Pemodal hanya mentransaksikan sebanyak 46,99 juta saham dengan nilai Rp 4,7 triliun.

Pemodal asing yang sempat melakukan aksi jual hingga Rp 120 miliar, mencoba melakukan aksi beli jelang sesi penutupan. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, asing membukukan nett sell sekitar Rp 82 miliar.

Seluruh indeks saham didominasi pelemahan dengan koreksi terdalam dialami emiten industri aneka yang turun 1,52 persen. Diikuti emiten perkebunan 0,8 persen, pertambangan 0,58 persen, dan industri dasar 0,43 persen.

Tak adanya sentimen positif yang cukup kuat mengangkat bursa saham juga membawa dua indeks saham syariah ke zona merah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,13 poin (0,08%) ke level 161,64. ISSI pagi tadi sempat dibuka menguat 0,77 poin (0,48%) ke level 162,55 namun kembali melemah usai 15 menit perdagangan.

ISSI hari ini sempat menyentuh level terkuat di 162,7 dan terendah di 161,33. Sebanyak 107 emiten berhasil menyeret ISSI ke teritori negatif sementara 89 lainnya masih bertahan di zona hijau.

Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 27,41 juta saham dengan nilai Rp 3 triliun.

Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 0,73 poin (0,11%) ke level 661,87.

Dari 30 emiten penghuni JII, sebanyak 17 emiten mengakhiri perdagangan di zona merah. Sementara 12 lainnya masih diburu pelaku pasar.

Aksi ambil untung juga tampaknya menyerang pasar modal Jepang. Indeks Nikkei yang kemarin menguat tajam kini justru terpuruk dengan pelemahan sebesar 2,03 persen. Shanghai Composite juga ikut dilanda pelemahan dengan penurunan 0,72 persen dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,77 persen.

Di tengah dominasi pelemahan bursa saham Asia, indeks Hang Seng dan Strait Times masih cukup perkasa dengan menguat 0,08 persen dan 0,56 persen.

Sementara pelemahan yang terjadi pada dolar AS membuat mata uang rupiah bergerak menguat. Rupiah sore ini naik 40 poin (0,33%) menjadi 11.992 per dolar AS. Rupiah sebetulnya sempat menguat tinggi hingga menembus level 11.969 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar