Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Aksi ambil untung pelaku pasar akhirnya menyeret indeks bursa saham Indonesia ke zona merah. Lonjakan tinggi akibat sentimen pelantikan Joko Widodo sebagai presiden memang rentan memikat investor.
Kembalinya aksi jual pemodal asing juga membuat bursa saham Indonesia tak kuasa menahan laju koreksi. Belum lagi, kondisi bursa saham regional yang didominasi pelemahan indeks.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11,18 poin (0,22%) ke level 5.029,34.
Tanda-tanda pelemahan IHSG memang sudah terlihat di awal perdagangan. Dibuka menguat 16,75 poin (0,33%), IHSG terus melaju dalam tren melemah.
IHSG sebetulnya sempat membawa harapan setelah menguat ke level tertinggi 5.060,32. Namun pemodal yang tak kuasa menahan godaan menarik untung, akhirnya melakukan aksi jual saham. Alhasil, IHSG terseret masuk zona merah.
Hingga sesi penutupan, tercatat 174 emiten mengakhiri perdagangan di zona merah. Beruntung masih ada 134 emiten yang mampu menahan IHSG dari pelemahan yang lebih dalam.
Setelah kemarin ramai dengan aksi jual beli, kini lantai bursa justru kembali bergerak normal. Pemodal hanya mentransaksikan sebanyak 46,99 juta saham dengan nilai Rp 4,7 triliun.
Pemodal asing yang sempat melakukan aksi jual hingga Rp 120 miliar, mencoba melakukan aksi beli jelang sesi penutupan. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, asing membukukan nett sell sekitar Rp 82 miliar.
Seluruh indeks saham didominasi pelemahan dengan koreksi terdalam dialami emiten industri aneka yang turun 1,52 persen. Diikuti emiten perkebunan 0,8 persen, pertambangan 0,58 persen, dan industri dasar 0,43 persen.
Tak adanya sentimen positif yang cukup kuat mengangkat bursa saham juga membawa dua indeks saham syariah ke zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,13 poin (0,08%) ke level 161,64. ISSI pagi tadi sempat dibuka menguat 0,77 poin (0,48%) ke level 162,55 namun kembali melemah usai 15 menit perdagangan.
ISSI hari ini sempat menyentuh level terkuat di 162,7 dan terendah di 161,33. Sebanyak 107 emiten berhasil menyeret ISSI ke teritori negatif sementara 89 lainnya masih bertahan di zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 27,41 juta saham dengan nilai Rp 3 triliun.
Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 0,73 poin (0,11%) ke level 661,87.
Dari 30 emiten penghuni JII, sebanyak 17 emiten mengakhiri perdagangan di zona merah. Sementara 12 lainnya masih diburu pelaku pasar.
Aksi ambil untung juga tampaknya menyerang pasar modal Jepang. Indeks Nikkei yang kemarin menguat tajam kini justru terpuruk dengan pelemahan sebesar 2,03 persen. Shanghai Composite juga ikut dilanda pelemahan dengan penurunan 0,72 persen dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,77 persen.
Di tengah dominasi pelemahan bursa saham Asia, indeks Hang Seng dan Strait Times masih cukup perkasa dengan menguat 0,08 persen dan 0,56 persen.
Sementara pelemahan yang terjadi pada dolar AS membuat mata uang rupiah bergerak menguat. Rupiah sore ini naik 40 poin (0,33%) menjadi 11.992 per dolar AS. Rupiah sebetulnya sempat menguat tinggi hingga menembus level 11.969 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya