Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (www.financeasia.com)
Dream - Bank sentral Pakistan bakal meloloskan ketentuan baru batas minimal kecukupan modal bagi anak usaha bank syariah. Tak hanya itu, Pakistan juga akan menggenjot perdagangan surat utang syariah pemerintah di pasar keuangan.
Kebijakan baru ini diharapkan bisa menjadi solusi dari minimnya perangkat pengelola di tengah keringnya likuditas sektor keuangan syariah.
Inisiatif bank sentral Pakistan merupakan salah satu dari ambisi lima tahun negeri mayoritas muslim ini untuk mempromosikan sistem keuangan syariah.
Mengutip laman Zawya, Selasa, 21 Oktober 2014, Pakistan memang telah melakukan berbagai strategi untuk mempromosikan keuangan Islami lewat perubahan peraturan, insentif produk, serta berbagai arahan kepada pelaku pasar.
Pada April lalu, pihak bank sentral Pakistan mengatakan tengah mengkaji sebuah alat yang bisa mendorong bank syariah bermain di level yang sama dengan bank-bank konvensional.
Bank sentral Pakistan sebelumnya telah merevisi ketentuan batas minimal modal bagi anak usaha bank syariah menjadi US$ 58,4 juta Pengelola bank diberikan waktu lima tahun untuk meningkatkan kecukupan modalnya.
Upaya ini diharapkan bakal mendorong bank konvensional untuk mengembangkan anak usaha daripada mengoperasikan anak usaha syariah.
Pada bagian lain, pihak bank sentral Pakistan juga akan memperdagangkan surat utang syariah pemerintah dengan bank-bank syariah dengan tingkat kompetitif.
Bank Sentral sebelumnya mengatakan fasilitas perdagangan ini akan menggunakan dasar aset antara 200 miliar hingga 300 miliar rupee.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya