Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pasar modal Indonesia membuka perdagangan bursa saham di zona hijau. Namun sinyal variatif dari bursa global dan aksi ambil untung pasar membuat laju indeks pelan-pelan masuk zona merah.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 16,75 poin (0,33%) ke level 5.057,28.
Penguatan terus berlanjut hingga sesi pembukaan dimana IHSG menguat 16,58 poin (0,33%) ke level 5.057,11.
Laju positif ini disokong oleh kenaikan harga saham dari 25 emiten sementara 10 lainnya bergerak melemah. Tercatat 10 emiten bergerak stagnan sementara 634 lainnya belum ditransaksikan pelaku pasar.
Transaksi perdagangan sesi pembukaan melibatkan 177.215 lembar saham dengan nilai Rp 49,17 miliar.
Sayang laju penguatan IHSG ini tak bertahan lama. Sekitar 15 menit pertama perdagangan, IHSG sudah terperosok masuk zona merah.
Hingga perdagangan pukul 9.30 WIB, IHSG telah terpeleset 4,34 poin (0,09%) ke level 5.036,18.
Pembukaan di zona positif juga ditorehkan dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka menguat 0,77 poin (0,48%) ke level 162,55.
Di sesi pembukaan, laju ISSI justru semakin melemah. Indeks ISSI sedikit melemah dengan hanya naik 0,76 poin (0,47%) ke level 162,54.
Sementara itu, indeks saham bluechips syariah yang kemarin dibuka melemah, kini sudah kembali menguat. Sama seperti ISSI, Jakarta Islamic Index (JII) juga tak mampu bertahan lama di zona hijau.
Indeks JII dibuka menguat 4,69 poin (0,71%) ke level 667,30 di sesi pra pembukaan perdagangan. Di sesi pembukaan, penguatan JII sedikit berkurang dengan hanya naik 4,59 poin (0,69%) ke level 667,21.
Sokongan kenaikan harga saham dari 18 emiten unggulan syariah membawa JII ke zona hijau. Namun melemahnya harga saham dari 6 emiten dan stagnannya lima penghuni JII membuat laju penguatan indeks tertahan.
Dari kawasan regional, Nikkei Jepang yang kemarin menguat signifikan kini justru dilanda aksi ambil untung. Nikkei telah terkoreksi 0,72 persen ke level 15.002.
Koreksi juga dialami Kospi Korea Selatan yang melemah 0,45 persen.
Beruntung bursa saham China masih membawa angin positif bagi BEI. Shanghai Composite dan Hang Seng Index bergerak menghijau dengan kenaikan 0,03 persen dan 0,44 persen. Begitu pula dengan Strait Times Singapura yang menguat 0,47 persen.
Dari pasar keuangan, rupiah akhirnya bisa keluar dari level psikologisnya. Rupiah saat ini telah menguat 41 poin (0,34%) menjadi 11.991 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya