Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Muslim di dunia perlu mengembangan metode yang revolusioner di bidang keuangan Islam untuk memberikan kesempatan para pengusaha dan pemodal berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini disampaikan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak seperti dikutip dari Bernama, Rabu 22 Oktober 2014.
Najib melihat negara-negara Islam telah membuat kemajuan yang luar biasa dalam meningkatkan ekonomi global. Ini terbukti dari total Produk Domestik Bruto (PDB) negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang naik menjadi US$ 9,4 triliun pada tahun 2012 dari sebelumnya US$ 7,5 triliun.
Angka ini, lanjut Najib, menunjukkan potensi negara muslim yang tidak terbatas.
" Muslim di dunia melalui organisasi seperti Association of National Development Finance Institutions in Member Countries of the Islamic Development Bank (ADFIMI) harus menekankan bahwa negara Islam bisa menjadi penentu kemakmuran dunia. Potensi ini sangat besar jika diatur dengan baik," ujarnya.
Najib mengatakan Malaysia sebagai pelopor keuangan Islam harus bisa memainkan peranan dalam pembangunan sektor ini di masa depan.
" Sepuluh tahun lalu, Malaysia mengeluarkan sukuk global. Hari ini, pasar keuangan Islam nilainya US$ 1,2 triliun, jumlah ini diperkirakan meningkat hingga US$ 2,6 triliun pada tahun 2017," ujarnya.
Perbankan syariah kini berkembang 50% lebih cepat dibandingkan perbankan konvensional. Untuk itu diharapkan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai sektor yang juga tumbuh cepat dapat membuat terobosan dalam industri syariah ini.
Najib menyebutkan masih ada beberapa masalah yang harus diperbaiki dalam industri ini seperti hambatan regulasi, kurangnya pendidikan konsumen, dan kebijakan yang mendukung.
Di Malaysia, pemerintah bertujuan meningkatkan kontribusi UKM dalam pertumbuhan makro ekonomi menjadi 41% dari PDB pada tahun 2020 mendatang.
" Ini target yang tinggi, tapi saya yakin ini bisa dicapai," tegasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya