Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bank
Dream - Penggunaan bank bergerak atau akrab disebut mobile banking hampir sejajar dengan perbankan online. Uni Emirat Arab (UEA), China, dan India menjadi negara terkemuka yang mengadopsi teknologi itu.
Di pasar negara berkembang, perangkat mobile menyediakan akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan bank sebelumnya.
Menurut sebuah survei oleh SAP MENA, lebih dari 6 dari 10 peserta (65 persen) mengatakan telepon seluler (Ponsel) adalah tren yang paling penting untuk masa depan, diikuti dengan in-memori computing (48 persen) dan cloud computing (47 persen).
Mobile banking memungkinkan nasabah dan bank berinteraksi dengan mudah. Dengan menyediakan fitur dan jasa yang berorientasi pada pelanggan yang lebih efisien dan baru, loyalitas pelanggan diyakini akan meningkat.
" Dengan penetrasi smartphone meningkat di seluruh wilayah MENA, kita membantu bank dan bisnis menggunakan teknologi untuk membuka generasi berikutnya dari perdagangan mobile," ujar kata Sam Alkharrat, presiden, SAP MENA seperti dikutip Dream.co.id dari laman Al-Bawaba, Jumat, 25 Juli 2014.
Meski teknologi telah mengubah setiap aspek operasional perbankan, 77 persen responden menyatakan dampak terbesar adalah kepuasan pelanggan dan kepatuhan terhadap aturan perbankan.
Untuk itu banyak bank memiliki rencana untuk meningkatkan anggarannya di sektor Teknologi Informasi (TI). Hal itu diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan teknologi yang selalu berubah. Dan menurut survei SAP MENA, 61 persen dari responden mengharapkan peningkatan anggaran TI, minimal 25 persen dalam tiga tahun ke depan.
Responden juga mengakui pengembangan big data dan analisis di bidang perbankan akan meningkatkan kelengkapan informasi perbankan secara menyeluruh, termasuk ketersediaan informasi real time.
Menurut survei ini, dalam rangka menjalankan perbankan yang berorientasi pada pelanggan, bank dan lembaga perbankan perlu meningkatkan sistem layanan dukungannya. Hal itu demi memberikan layanan berkualitas, baik melalui sistem komunikasi lama atau baru. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya