Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
© 2018 Http://shutterstock.com
Dream - Ditinggalkan orang terkasih memang membuat duka. Meski hati sudah mengikhlaskan kepergiannya, perasaan sedih tak bisa dipungkiri masih bersemayam dalam hati.
BACA JUGA : Makna Dari Nama Nama Islam
Perasaan itu pula yang mungkin saat ini dirasakan para keluarga korban Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, awal pekan lalu.
Kehilangan suami, istri, atau anggota keluarga lain sering kali dianggap sebagai kiamat sugra. Babak kehidupan ini juga jadi ajang untuk pembuktian manusia terhadap ujian yang diberikan Sang Khalik.
Seperti difirmankan Allah SWt dalam Quran Surat Al Baqarah, ayah 155:
“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”
Dalam buku La Tahzan, Aid al-Qarni menceritakan bahwa Rasulullah selalu menyegerakan shalat ketika dalam keadaan sedih atau ditimpa ketakutan.
Suatu ketika Nabi Muhammad berkata kepada Bilal, ”ketenanganku ada pada shalat”.
Ajaran yang diberikan Rasulullah itu sesuai dengan kalam Allah dalam QS Albaqarah ayat 153:
“ Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Dalam QS Azzumar ayat 10, Allah SWt bahkan telah menjanjikan pahala yang tak terbatas bagi orang yang bersabar. Imam al-‘Auz’ai memberikan keterangan bahwa balasan bagi hamba yang sabar tidak lagi ditimbang, maupun diukur, namun diambilkan tanpa ada batasnya.
“ Sungguh sangat menakjubkan perkaranya seorang mukmin itu, semua perkaranya baik, dan tidak ada pada seorang pun melainkan hanya seorang mukmin, jika dirinya mendapat rizki dia bersyukur, maka itu baik baginya, jika dirinya ditimpa musibah lalu bersabar itu juga baik baginya” (HR Muslim).
Baca selengkapnya di sini
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya