Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Amzar Haziq Fauzi Mengobati Kesedihan Dengan Membaca Alquran (Foto: Harian Metro Malaysia)
Dream - Amzar Haziq Fauzi, 13 tahun terlahir dalam kondisi buta. Meski demikian, ada kelebihan di balik kekurangannya itu.
BACA JUGA : Cara Menenangkan Hati Yang Sedang Gelisah
Ternyata, dia pandai melantunkan bacaan Alquran dengan suara merdu. Bahkan, Amzar menjuarai beberapa lomba bacaan Alquran tingkat nasional di Malaysia.
Ayahnya, Md Fauzi Noor, mengaku sempat remuk perasaanya melihat putranya mengalami kecacatan sejak lahir. Tetapi, dia berpikir keras tentang kondisi masa depan putranya kelak.
" Ketika melihatnya pertama kali, ada yang aneh di matanya. Dokter memberi tahu anak saya buta," kata Fauzi kepada laman Harian Metro Malaysia.
Tetapi, atas saran dan dorongan dokter yang merawat Amzar, dia mulai memunculkan pikiran positif.
© Dream
Pikiran Fauzi mulai terbuka. Kejadian itu bermula saat Amzar kerap mendengar bacaan Alquran dan ceramah agama di televisi dan radio ketika berada di rumah di Kampung Pertama, Malaysia.
Saat itu pula anak-anaknya mulai tertarik membaca Alquran dan mendengarkan ceramah dari ustaz.
" Dia cepat menghafal dan mudah mengingat percakapan sehingga mampu meniru bacaan Alquran yang dialunkan qari profesional," ucap Fauzi bercerita.
Sejak saat itu, Fauzi dan istri, Rossuhaizura Saimi, mulai memberi dorongan dan dukungan kepada Amzar. Di usia enam tahun, Amzar diberikan bekal mempelajari Alquran, sebelum akhirnya bersekolah di Sekolah Luar Biasa Alma, Bukit Mertajam.
© Dream
" Di sekolah itu, dia mulai belajar ilmu akademik dan mendalami cara membaca Alquran Braille sebelum dibawa bergabung beberapa tilawah Alquran," katanya.
Amzar mengatakan dorongan serta bantuan orang terdekat membuatya mudah mempelajari Alquran. Saat ini dia sedang berusaha menghafal 30 juz Alquran.
Di sekolah, Amzar kerap mendapat perlakuan intimidatif dari rekan-rekannya. Kekurangan yang dialaminya kerap menjadi bahan olok-olokan.
" Beberapa tidak menyukai kecacatan saya, tapi banyak yang masih ingin berteman denganku. Saya tidak marah kepada mereka, namun untuk mengobati kesedihan, saya membaca Alquran," kata Amzar.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?