Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Ilustrasi Seorang Karyawan Bekerja Di Depan Laptop. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, menjadi produktif itu tak hanya sekadar bekerja di atas meja. Kita bisa bekerja di manapun, karena saat ini semua bisa terjangkau dengan mudah.
Tapi, ada juga risiko kehilangan fokus dan konsentrasi terhadap tempat maupun waktu yang salah. Lalu, bagaimana caranya untuk mengembangkan produktivitas kerja?
Alangkah baiknya berguru dengan tokoh-tokoh berikut ini, yang sukses mengembangkan diri, memelihara, dan meningkatkan produktiviitas kerja.
Sebut saja para miliarder mulai dari pendiri Facebook, Mark Zuckerberg; founder Microsoft, Bill Gates; CEO Microsoft, Satya Nadella; dan Direktur Utama Berkshire Hathaway, Warren Buffet; yang menguasai keterampilan untuk tetap produktif.
Dan inilah tips-tips meningkatkan kreativitas sebagaimana dilansir Lifehack.
Pertama, membuat perhitungan komunikasi. Komunikasi ini bisa menjadi penghalang produktivitas kerja.
Mencurahkan energi di tempat yang salah bisa membuat waktu terbuang. Bill Gates, misalnya, merupakan advokat untuk berkomunikasi melalui surat elektronik.
Dengan media ini, dia bisa merangkai kata-kata yang baik untuk berkomunikasi. Bahkan, Gates mengklaim dia sangat baik jika berkomunikasi dengan e-mail.
Meminimalkan komunikasi melalui telepon atau pertemuan bisa memberikan ruang lebih untuk berkonsentrasi kepada masalah yang lebih penting.
Ke dua, mengoptimalkan diri dengan menemukan cara bekerja yang sederhana untuk suatu masalah. Menemukan cara yang paling sederhana untuk menyelesaikan tugas bisa digunakan untuk mengambil keputusan bisnis yang penting.
Selain itu, cara ini bisa memperkecil risiko tugas yang sederhana menjadi rumit.
Ke tiga, mengurangi multi tasking. Sahabat Dream, sebuah studi menunjukkan otak tak bisa melakukan banyak hal secara bersamaan.
Jika melakukan tugas secara bersamaan, ini akan membuat kita tak bisa fokus. Kita akan menghabiskan energi dan kekuatan otak untuk beralih dari tugas satu ke tugas lainnya.
Untuk itulah, menghilangkan multi tasking bisa meningkatkan produktivitas. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan mendelegasikan seseorang untuk mengerjakan tugas tertentu.
Dengan begitu, Anda bisa fokus menggarap satu tugas dan menyelesaikannya tanpa ada tekanan. Inilah yang dilakukan oleh Nadella di Microsoft.
“ Ciptakan produktivitas dengan memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di planet ini untuk berbuat lebih banyak dan mencapai lebih banyak lagi,” kata dia.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
