7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pemerintah Mendorong Pengembangan Ekosistem Perusahaan Rintisan (startup) Di Indonesia (Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendukung akselarasi perusahaan rintisan atau startup melalui Program Lestari yang diluncurkan Pijar Foundation.
Airlangga menyoroti jumlah startup rintisan telah berkembang semakin pesat di Indonesia yang hingga Juli 2022, tercatat 2.391 startup berasal dari Indonesia, dengan dua decacorn dan delapan unicorn.
“ Untuk mendukung ekosistem yang berkelanjutan di bidang startup, ada beberapa cara yang ditempuh di mana salah satunya adalah program inkubasi dan akselerasi startup. Karena itu, saya sangat menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Pijar Foundation dengan program Lestari yang akan dijalankan,” tuturnya dikutip dari Liputan6.com, Rabu, 27 Juli 2022.
Program Lestari dari Pijar Foundation adalah program akselerasi untuk beragam inovasi yang berusaha menyelesaikan berbagai persoalan manusia di masa mendatang, sekaligus sebagai platform pendanaan bagi inovasi-inovasi terpilih.
Airlangga menilai perusahaan rintisan berpotensi berkontribusi terhadap ekonomi digital hingga sebesar Rp146 triliun di 2021 dan pada 2030 naik delapan kali lipat menjadi Rp4.531 triliun.
Airlangga pun memaparkan peran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam pertumbuhan startup ini adalah mendukung ekosistem yang berkelanjutan.

“ Kehadiran startup-startup yang terus membawa inovasi ke masyarakat harus didukung oleh semua pihak, baik swasta maupun pemerintah. Hal ini sejalan dengan lingkup tugas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengakselerasi dengan terus menumbuhkan dan mengembangkan peluang kemandirian ekonomi bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Beberapa cara yang ditempuh ialah program inkubasi dan akselerasi startup seperti program Lestari oleh Pijar Foundation.
Sebagai informasi, Pijar Foundation merupakan organisasi nirlaba sekaligus ekosistem untuk katalisator isu-isu strategis masa depan di Indonesia yang berorientasi pada dua tema besar, Future planet dan Future Talent.
Untuk mewujudkannya, Pijar Foundation mendorong inisiatif, mempersiapkan dan memberi penguatan talenta muda yang setara.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?