Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Marwan Jafar mendorong upaya pengembangan potensi wisata yang ada di masing-masing desa. Ini didasari adanya beberapa kekayaan alam di desa yang sangat prospektif mendongkrak sektor ekonomi.
Proyek pengembangan itu rencananya akan dibiayai menggunakan dana desa yang sudah dialokasikan baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
" Dana desa yang berasal dari bantuan pusat maupun daerah dapat didayagunakan untuk membiayai pengembangan desa wisata, membenahi obyek wisata atau melakukan promosi wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, yang penting semuanya diputuskan melalui musyawarah desa," ujar Marwan dalam siaran pers yang diterima Dream.co.id, Kamis, 12 Februari 2015.
Marwan menilai jumlah wisatawan yang meningkat dapat memicu kegiatan ekonomi masyarakat desa. Dia memperkirakan potensi ekonomi akan berkembang seiring bertumbuhnya usaha kuliner, home stay, industri kerajinan rakyat, jasa guide, jasa antar jemput, industri pakaian lokal, jasa atraksi wisata, juga menggerakkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan sebagainya.
" Dengan berkembangnya desa wisata akan menggerakkan perekonomian desa, masyarakat bisa bekerja, memiliki usaha, memiliki penghasilan, bisa hidup layak, bisa sejahtera," kata Marwan.
Di samping itu, lanjut Marwan, terdapat dampak positif lain dari adanya desa wisata. Salah satunya adanya mengurangi arus urbanisasi lantaran masyarakat tidak tertarik lagi pergi ke kota untuk mencari nafkah.
" Hal ini tentunya dapat mengurangi pengangguran, urbanisasi, juga dapat menciptakan pemerataan pendapatan yang lebih baik di tingkat masyarakat sehingga secara nyata akan mempersempit jurang kesenjangan antarkelompok maupun antarkawasan," terang dia.
Meski demikian, Marwan mengingatkan masyarakat desa harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan adat tradisinya. Hal ini untuk menekan potensi tercerabutnya budaya dari akarnya.
" Yang penting masyarakat mampu menjaga kelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati yang ada di desanya, tetap mempertahankan norma dan adat budaya setempat, serta mengedepankan kearifan lokal dalam kegiatan wisata di desanya," ungkap Marwan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya