Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

MES: Ekonomi Syariah Baru Dikenal di Sektor Keuangan

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 17 Februari 2015 17:05
MES: Ekonomi Syariah Baru Dikenal di Sektor Keuangan
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Muliaman Hadad mengakui masyarakat hanya mengetahui ekonomi syariah di sektor keuangan.

Dream - Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muliaman D Hadad menegaskan harapan masyarakat Indonesia pada perekonomian dengan sistem syariah terus semakin membesar. Keinginan muncul setelah sistem ekonomi yang dijalankan sejak zaman kemerdekaan belum mampu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. 

Hal tersebut disampaikan Muliaman yang kembali terpilih sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam Pelantikan Pengurus Pusat MES 1436-1439 Hijriah di Auditorium Bank Bukopin, Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2015. 

" Ada tuntutan, apa yang bisa kita lakukan ketika ingin menyejahteraan masyarakat dan meningkatkan partisipasi mereka dalam pembangunan ekonomi nasional," katanya

Muliaman mengakui sudut pandang masyarakat terkait ekonomi syariah saat ini memang masih mengalami ketidakseimbangan. Selama ini, masyarakat bahkan pelaku bisnis menganggap ekonomi syariah hanya berkaitan dengan sektor keuangan.

Padahal sistem ekonomi syariah memiliki cakupan sektor bisnis lain terutama di sektor riil. Kondisi kesenjangan ini jika tak diantisipasi dikhaatirkan dapat menimbulkan dampak yang buruk.

" Kalau sektor riil tidak berkembang dan sektor keuangan begitu besar, maka dapat terjadi bubble," ungkap Muliaman yang saat ini menjabat Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini.

Di periode kepemimpinan yang ketiga ini, Muliaman berjanji akan lebih mengembangkan ekonomi syariah yang berfokus pada sektor riil. Salah satu sektor terdekat yang bakal dijangkau adalah sektor wisata, terutama kuliner syariah.

" Thailand serius mendorong industri makanan halal. Masyarakat Jepang juga mendorong pariwisata syariah," terangnya.

Melihat fakta ini, Muliaman menilai Indonesia justru jauh tertinggal. Dengan potensi sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia seharusnya sudah mengembangkan sektor wisata dan makanan halal lebih dahulu.

" Seharusnya kita bisa melakukan lebih banyak lagi," ungkapnya.

Beri Komentar