Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muliaman D Hadad menegaskan harapan masyarakat Indonesia pada perekonomian dengan sistem syariah terus semakin membesar. Keinginan muncul setelah sistem ekonomi yang dijalankan sejak zaman kemerdekaan belum mampu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Hal tersebut disampaikan Muliaman yang kembali terpilih sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam Pelantikan Pengurus Pusat MES 1436-1439 Hijriah di Auditorium Bank Bukopin, Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2015.
" Ada tuntutan, apa yang bisa kita lakukan ketika ingin menyejahteraan masyarakat dan meningkatkan partisipasi mereka dalam pembangunan ekonomi nasional," katanya
Muliaman mengakui sudut pandang masyarakat terkait ekonomi syariah saat ini memang masih mengalami ketidakseimbangan. Selama ini, masyarakat bahkan pelaku bisnis menganggap ekonomi syariah hanya berkaitan dengan sektor keuangan.
Padahal sistem ekonomi syariah memiliki cakupan sektor bisnis lain terutama di sektor riil. Kondisi kesenjangan ini jika tak diantisipasi dikhaatirkan dapat menimbulkan dampak yang buruk.
" Kalau sektor riil tidak berkembang dan sektor keuangan begitu besar, maka dapat terjadi bubble," ungkap Muliaman yang saat ini menjabat Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini.
Di periode kepemimpinan yang ketiga ini, Muliaman berjanji akan lebih mengembangkan ekonomi syariah yang berfokus pada sektor riil. Salah satu sektor terdekat yang bakal dijangkau adalah sektor wisata, terutama kuliner syariah.
" Thailand serius mendorong industri makanan halal. Masyarakat Jepang juga mendorong pariwisata syariah," terangnya.
Melihat fakta ini, Muliaman menilai Indonesia justru jauh tertinggal. Dengan potensi sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia seharusnya sudah mengembangkan sektor wisata dan makanan halal lebih dahulu.
" Seharusnya kita bisa melakukan lebih banyak lagi," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya