Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Indeks saham acuan syariah ditutup menguat usai pelaku pasar kembali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sentimen menguatnya bursa saham Hong Kong mendorong aksi beli pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,722 poin (0,42%) ke level 171,700.
Sepanjang perdagangan saham, ISSI cukup nyaman bergerak di zona hijau. Meskipun pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan adanya kejutan pengumuman BI Rate.
ISSI berhasil menahan level terendahnya di level 171,053 dan tertinggi di 171,700.
Pelaku pasar tercatat memperdagangkan 24,35 miliar saham bernilai Rp 2,74 triliun. Aksi jual beli ini menyebabkan 83 emiten syariah bergerak ke zona merah.
Namun papan perdagangan ISSI justru didominasi saham-saham yang bergerak melemah sebanyak 86 emiten. Sisanya, 72 emiten melaju stagnan dan 80 lainnya sama sekali tak disentuh pelaku pasar.
Penutupan di zona hijau juga dialami indeks saham bluechip syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 4,740 poin (0,67%) ke level 714,336.
Sama dengan ISSI, JII juga cukup nyaman bergerak di teritori positif meski kondisi regional sempat membuat khawatir. JII mencetak level terendah di 709,892 dan tertinggi 714,336.
Lebih dari separuh atau 18 emiten penghuni JII menutup perdagangan di zona hijau. Sisanya, 8 emiten bergerak melemah dan 4 lainnya stagnan.
Nilai transaksi perdagangan saham bluechips syariah mencapai Rp 1,76 triliun dari aksi jual beli 5,88 miliar saham.
Secara keseluruhan, BEI menutup perdagangan dengan menguat 12,006 poin (0,23%) ke level 5.337,501. Berbeda dengan indeks saham syariah, IHSG justru sempat tertekan aksi jual dan menyentuh level terendah di 5.319,465.
Lantai bursa sore ini dibanjiri dana hingga Rp 4,71 triliun dengan 52,40 miliar saham yang beralihtangan.
Asing tampaknya mulai mengurangi aksi beli sahamnya di BEI. Terbukti, nett buy asing hanya mampu mencetak angka Rp 163,60 miliar, jauh dari pembelian kemarin yang mencapai Rp 617,98 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya