Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
CIMB Islamic Bank Malaysia
Dream - Mimpi Malaysia membentuk bank syariah terbesar di dunia urung jadi kenyataan. Langkah tiga bank besar CIMB Holdings, RHB Capital Berhad dan Malaysia Building Society Berhad (MBSB) gagal total.
Guncangan ekonomi dunia akibat anjloknya harga minyak mentah di pasar global menjadi penyebab kandasnya pembentukan bank syariah raksasa itu.
Gubernur Bank Sentral Malaysia, Zeti Akhtar Aziz, adalah pencetus pembentukan bank syariah terbesar di dunia pada lima tahun lalu. Pembentukan bank tersebut sebagai cara untuk menyaingi bisnis perbankan syariah di Teluk Persia sekaligus menancapkan kuku Malaysia sebagai pusat keuangan syariah dunia.
Akibat dari gagalnya pembentukan bank syariah raksasa itu, nilai industri keuangan syariah global akan berkurang US$ 1,7 triliun.
" Ini adalah pukulan telak bagi pengembangan keuangan syariah dan jangkauannya ke pasar global," Mohamed Azahari Kamil, CEO di Asia Finance Bank Bhd mengatakan di Kuala Lumpur seperti dikutip Dream dari laman Bloomberg, Kamis, 15 Januari 2015.
Kamil bahkan meragukan akan ada bank-bank yang berani menggelar merger lain untuk sementara waktu. “ Kondisi pasar saat ini tidak kondusif," katanya
Merger CIMB-RHB yang diumumkan pada Oktober tahun lalu semula ditaksir akan menciptakan aset senilai 637,9 miliar ringgit. Nilai ini melampaui bank pemberi pinjaman terbesar Malaysia, Malayan Banking Bhd, yang hanya 612 miliar ringgit. Merger dua bank tersebut akan menjadi bank terbesar keempat di Asia Tenggara, setelah DBS Group Holdings Ltd., Oversea-Chinese Banking Corp. dan United Overseas Bank Ltd. di Singapura.
Pperusahaan penasihat investasi Prometheus Capital Finance Ltd menilai kegagalan pembentukan bank syariah raksasa bukan merupakan kemunduran besar bagi industri keuangan syariah.
" Setiap kali sesuatu seperti bank syariah raksasa dipaksakan, saya tidak begitu yakin bahwa itu akan sangat sukses," Thomas Christie dari Prometheus.
Menurut Christie, masalah utamanya adalah pasar Malaysia cenderung lebih maju, sementara pasar Timur Tengah lebih terintegrasi. " Namun, itu tidak akan menghalangi orang untuk mencari cara lain untuk mengintegrasikan kedua wilayah tersebut."
" Pembentukan bank syariah raksasa tidak signifikan bagi industri keuangan syariah Malaysia pada saat ini, meskipun prospeknya menarik," Suhaimi Zainul Abidin dari Asosiasi Investasi Syariah Asia dan Teluk.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya