Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia bergerak flat menanggapi sentimen variatif. Membaiknya pertumbuhan ekonomi global ditengah kekhawatiran deflasi pada perekonomian Amerika Serikat membuat pelaku pasar memilih wait and see.
Pada pra-pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 14 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 2,845 poin (0,05%) ke level 5.217,204.
Laju IHSG sedikit membaik di sesi pembukaan ketika menguat 4,902 poin (0,09%) ke level 5.219,261. Namun sepanjang 50 menit perdagangan, IHSG mulai mengalami tekanan aksi jual. IHSG tercatat melemah 2,486 poin (0,05%) ke level 5.211,87.
Saat ini, sebanyak 113 emiten telah bergerak menguat sementara 99 lainnya melemah. Sisanya, 86 saham melaju stagnan dan 395 lainnya belum disentuh pelaku pasar.
Pelaku pasar masih cukup berhati-hati masuk ke pasar. Terbukti, hanya 16,38 miliar saham yang diperdagangkan senilai Rp 1,14 triliun.
Sebagian besar indeks saham sektoral telah lengser ke zona merah. Meski ada sektor saham yang bergerak naik seperti keuangan 0,26 persen, barang konsumsi 0,15 persen, dan pertanian 0,19 persen.
Pembukaan positif juga dialami dua indeks saham syariah. Meski, satu jam usai pembukaan, indeks syariah juga telah longsor ke zona negatif.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke level 168,30. Hingga 50 menit waktu perdagangan, ISSI telah tergerus 0,374 poin (0,22%) ke level 167,90.
Sebanyak 68 emiten syariah saat ini masih bisa bertahan di zona hijau. Dalam jumlah yang sama, 68 emiten ISSI juga bergerak melemah. Sisanya, 48 emiten syariah bergerak stagnan dan 137 lainnya belum tersentuh pelaku pasar.
Transaksi perdagangan saham pagi ini mencapai 8,67 miliar senilai Rp 739,65 miliar.
Saham-saham bluechips syariah bernasib kurang meyakinkan. Mengawali perdagangan di zona merah di level 692,12, Jakarta Islamic Index (JII) kini telah terpangkas 1,757 poin (0,25%) ke level 690,38.
Dominasi saham yang bergerak melemah mewarnai papan perdagangan JII. Sebanyak 19 emiten bluechips syariah bergerak loyo namun masih ada 9 emiten yang bisa bertahan menguat.
IHSG terus menguat pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB. IHSG naik tipis juga seperti saat pra pembukaan. IHSG naik 7,56 poin (0,15 persen) ke level 5.222,22. Indeks saham LQ45 mendaki 0,09 persen ke level 898,52.
Ada sebanyak 93 saham yang menguat sehingga menopang penguatan IHSG. Sementara itu, 30 saham melemah dan 52 saham lainnya diam di tempat.
IHSG sempat menyentuh di level tertinggi 5.224,58 dan terendah 5.217,18. Transaksi perdagangan saham hari ini tak begitu ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 6.911 kali dengan volume perdagangan saham 277 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 201 miliar.
Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham aneka industri yang turun 0,01 persen dan sektor saham perdagangan melemah 0,37 persen. Sementara itu, sektor saham manufaktur naik 0,18 persen, sektor saham consumer goods mendaki 0,22 persen, dan sektor saham perkebunan naik 0,96 persen.
Meski IHSG menghijau, investor asing masih melanjutkan aksi jual. Pada pagi ini, investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 20 miliar. Sedangkan investor lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 22 miliar.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
