6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia berhasil mempertahankan laju penguatannya hingga sesi penutupan. Sentimen kurang sedap dari bursa regional dan harga minyak mentah tak mempengaruhi aksi belanja pemodal.
Di sisi lain, lantai bursa juga dilanda aksi jual cukup besar dari pemodal asing. Nett sell asing pada penutupan kali ini mencapai Rp 316 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 13 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 26,426 poin (0,51%) ke level 5.214,35. IHSG akhirnya kembali melaju di zona 5.200.
Pasar modal domestik sepanjang perdagangan kali ini cukup nyaman bergerak di zona hijau. Hanya menyentuh level terendah di 5.197,08, IHSG sempat menguat ke posisi puncaknya di level 5.217,22.
Meski dipenuhi sentimen negatif, pasar modal Indonesia cukup banyak memutar dana investor. Tercatat 107,07 miliar saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai Rp 7,59 triliun.
Aksi jual beli ini membawa 161 saham bergerak menguat. Sayangnya, jumlah ini hanya terpaut 1 emiten, atau 161 saham yang melemah.
Sisanya, 89 emiten bergerak stagnan dan 283 lainnya sama sekali tak disentuh pelaku pasar.
Emiten yang bergerak di bisnis industri aneka memimpin penguatan indeks sektoral usai menguat 1,96 persen. Kenaikan signifikan juga melanda indeks sektor perdagangan yang naik 1,84 persen dan manufaktur 1,35 persen.
Sebaliknya, emiten komoditas yang selama ini menjadi incaran justru jadi sasaran aksi jual pelaku pasar. Alhasil, indeks saham pertambangan melorot 0,98 persen dan pertanian 0,38 persen.
Koreksi cukup dalam juga melanda emiten sektor properti yang turun 0,68 persen dan infrastruktur 0,31 persen.
Tersebarnya laju harga saham juga melanda Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Naiknya harga saham dari 94 emiten membawa ISSI menutup perdagangan dengan menguat 1,160 poin (0,69%) ke level 168,27.
Sayang, ISSI meninggalkan 83 emiten syariah di zona hijau dan 59 lainnya melaju stagnan. Sisanya, 75 emiten sama sekali tak dilirik pelaku pasar.
Pemodal mentransaksikan 64,75 miliar saham syariah dengan nilai Rp 5,24 triliun.
Dominasi kenaikan harga saham justru melanda saham-saham bluechip syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sore ini menutup perdagangan dengan menguat 8,367 poin (1,22%) ke level 692,14.
Pelaku pasar cukup tertarik untuk memperdagangkan 9,34 miliar saham unggulan syariah di lantai bursa. Hasilnya, BEI dibanjiri dana dari jual beli saham bluechips syariah senilai Rp 2,71 triliun.
Dari kawasan regional, indeks saham utama negara Asia bergerak variatif sore ini. Indeks Nikkei Jepang dan Strait Times menutup perdagangan dengan melemah masing-masing 0,64 persen dan 0,11 persen.
Hasil berbeda dialami dua indeks saham di bursa saham Hong Kong. Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite sore ini menutup perdagangan dengan menguat 0,79 persen dan 0,19 persen.
Kurs rupiah sore ini juga mulai bergerak menguat. Sempat menyentuh level terendah Rp 12.660, rupiah sore ini bergerak menguat 12 poin (0,10%) menjadi 12.578 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
