Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Saham Syariah Melemah Tergiring Sentimen Piala Dunia
Dream - Setelah dua hari sempat bergerak menguat tipis, indeks bursa saham Indonesia akhirnya mengalami koreksi. Efek Jokowi Jilid II tampaknya mulai berakhir di tengah datangnya sentimen Piala Dunia.
Pelemahan Bursa Efek Indonesia (BEI) kali ini seiring dengan pasar modal regional yang sama-sama terperok masuk zona merah. Sentimen koreksi pertumbuhan ekonomi global membuat pasar menahan diri berbelanja saham padahal Bank Indonesia tetap mempertahankan BI rate di level 7,5 persen.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 12 Juni 2014, IHSG terpangkas 37,53 poin (0,76%) ke level 4.934,4. Turunnya indeks diikuti aksi jual pemodal asing dengan nilai mencapai Rp 463,76 miliar.
Di jajaran efek syariah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut terperosok masuk zona negatif.
Kali ini, indeks ISSI mencetak koreksi 1,3 poin (0,8%) ke level 162,38. Turunnya harga saham dari 120 emiten membuat ISSI lebih banyak menghabiskan perdagangan di zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai 40,01 miliar dengan nilai mencapai Rp 4,22 triliun.
Sementara itu, indeks saham bluechips syariah (JII) mencetak koreksi sebesar 6,33 poin (0,94%) ke level 666,64. Sebanyak 16 emiten keping biru mengalami penurunan harga ditengah transaksi bernilai Rp 2,28 triliun.
" Koreksi hari ini menandakan bahwa sentimen Pilpres masih kalah dengan sentimen piala dunia," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.
Menurut Satrio, efek Jokowi sebenarnya masih berlangsung normal dengan hanya berlangsung selama 2 hari. " Jadi hari ini, memang saatnya sentimen Piala Dunia muncul lagi," ujarnya.
Dua emiten semen kali ini mengisi daftar pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) saham bluechips syariah. INTP dan SMGR masing-masing mencatat kenaikan harga saham Rp 600 dan Rp 50 per saham.
Daftar top gainer lain dihuni oleh AKRA yang menguat Rp 30, BMTR Rp 30, dan MPPA Rp 10 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya