Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Minim Sentimen, Indeks Syariah Terjun ke Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 12 Juni 2014 16:34
Minim Sentimen, Indeks Syariah Terjun ke Zona Merah
Setelah dua hari sempat bergerak menguat tipis, indeks bursa saham Indonesia akhirnya mengalami koreksi. Indeks saham syariah juga tersenggol ke zona merah imbas hadirnya sentimen negatif.

Dream - Setelah dua hari sempat bergerak menguat tipis, indeks bursa saham Indonesia akhirnya mengalami koreksi. Efek Jokowi Jilid II tampaknya mulai berakhir di tengah datangnya sentimen Piala Dunia.

Pelemahan Bursa Efek Indonesia (BEI) kali ini seiring dengan pasar modal regional yang sama-sama terperok masuk zona merah. Sentimen koreksi pertumbuhan ekonomi global membuat pasar menahan diri berbelanja saham padahal Bank Indonesia tetap mempertahankan BI rate di level 7,5 persen.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 12 Juni 2014, IHSG terpangkas 37,53 poin (0,76%) ke level 4.934,4. Turunnya indeks diikuti aksi jual pemodal asing dengan nilai mencapai Rp 463,76 miliar.

Di jajaran efek syariah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut terperosok masuk zona negatif.

Kali ini, indeks ISSI mencetak koreksi 1,3 poin (0,8%) ke level 162,38. Turunnya harga saham dari 120 emiten membuat ISSI lebih banyak menghabiskan perdagangan di zona hijau.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai 40,01 miliar dengan nilai mencapai Rp 4,22 triliun.

Sementara itu, indeks saham bluechips syariah (JII) mencetak koreksi sebesar 6,33 poin (0,94%) ke level 666,64. Sebanyak 16 emiten keping biru mengalami penurunan harga ditengah transaksi bernilai Rp 2,28 triliun.

" Koreksi hari ini menandakan bahwa sentimen Pilpres masih kalah dengan sentimen piala dunia," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Menurut Satrio, efek Jokowi sebenarnya masih berlangsung normal dengan hanya berlangsung selama 2 hari. " Jadi hari ini, memang saatnya sentimen Piala Dunia muncul lagi," ujarnya.

Dua emiten semen kali ini mengisi daftar pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) saham bluechips syariah. INTP dan SMGR masing-masing mencatat kenaikan harga saham Rp 600 dan Rp 50 per saham.

Daftar top gainer lain dihuni oleh AKRA yang menguat Rp 30, BMTR Rp 30, dan MPPA Rp 10 per saham. (Ism)

Beri Komentar