Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Menyumbang. (foto: Shutterstock)
Dream – Keluarga terkaya di Jerman berencana mendonasikan US$11 juta, atau sekitar Rp156,72 miliar sebagai permintaan maaf. Keluarga itu meminta maaf atas kesalahan leluhur mereka yang mendukung Nazi.
Dikutip dari NY Daily News, Jumat 29 Maret 2019, famili yang dimaksud adalah Keluarga Riemann. Keluarga ini memiliki bisnis-bisnis, seperti Krispy Kreme, Pret a Manger, dan Panera Bread. Bisnis-bisnis itu dikelola oleh satu perusahaan yang bernama JAB Company.
Juru bicara keluarga, Peter Harf, membenarkan kabar leluhur keluarga yang mendukung Nazi pada masa silam. Leluhur mereka, Albert Riemann Sr. dan Albert Riemann Jr., menggunakan budak orang Rusia dan tahanan Prancis untuk kerja paksa. Ini diberitakan oleh harian Bild.
Selama Perang Dunia II, dari 175 orang pekerja, ada 30 persen yang merupakan budak kerja paksa. “ Itu semua benar. Reimann senior dan junior bersalah. Mereka dipenjara,” kata Half.
Dua pria ini meninggal dunia pada 1954 dan 1984. Generasi penerusnya tak peduli dengan kaitannya terhadap Nazi. Disebutkan bahwa untuk menggunakan tahanan paksa, Reimann Sr menyumbang ke Hitler pada 1931.
Keluarga Reimann merekrut sejarahwan, Paul Erker, dari University of Munich untuk memperbaiki sejarah keluarga itu. Dia diminta untuk melakukan penelitian terhadap sejarah leluhur mereka.
“ Kami malu. Kejahatan ini menjijikkan,” kata Harf.
Dia mengatakan keluarga ini akan mendonasikan senilai US$11 juta kepada badan amal yang belum ditentukan. Sumbangan ini akan diberikan setelah penelitian selesai.
Diketahui Keluarga Riemann ini merupakan keluarga terkaya kedua di Jerman. Total kekayaannya senilai lebih dari US$37 miliar (Rp526,88 triliun).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya