Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Angka Literasi Dan Inklusi Keuangan Syariah Di Indonesia Masih Kecil. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia masih rendah. Keberadaan industri 4.0 dan industri halal diprediksi bisa mengerek angka literasi keuangan syariah.
Dikutip dari keterangan tertulis BNI Syariah, Kamis 28 Maret 2019, berdasarkan data Otositas Jasa Keuangan (OJK), angka literasi keuangan syariah hanya 8 persen. Angkanya lebih rendah daripada literasi keuangan konvensional yang sebesar 30 persen.
Sementara itu, untuk inklusi keuangan syariah baru sebesar 11 persen. Angkanya lebih rendah daripada angka inklusi nasional yang sebesar 30 persen. Padahal, Indonesia merupakan negara yang penduduk Muslim-nya terbanyak di dunia.
Direktur Utama PT BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan, keberadaan industri halal dan industri 4.0 bisa meningkatkan literasi keuangan syariah.
" Dengan adanya industri 4.0 dan potensi industri halal yang masih belum banyak berkembang diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi industri keuangan syariah," kata Firman dalam pidatonya di kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya, Jawa Timur.
Selain kuliah umum di UM Surabaya, BNI Syariah juga menggandeng kampus tentang produk dan jasa layanan perbankan, yaitu bisnis pembiayaan.
Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Pemimpin BNI Syariah Wilayah Timur, Imam Hidayat Sunarto ,dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sukadiono, di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Imam mengatakan perjanjian kerja sama ini terkait dengan fasilitas pembiayaan BNI Flexi iB Hasanah untuk karyawan dan dosen Universitas Muhamaddiyah Surabaya,
Potensi bisnis pembiyaaan di Universitas Muhammadiyah Surabaya ini cukup besar. Sampai saat ini, jumlah karyawan dan dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya masing-masing sebanyak 143 dan 294 orang.
Per 2018, BNI Syariah tercatat telah menyalurkan pembiayaan produktif ke Universitas Muhammadiyah Surabaya sebesar Rp25 miliar.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang