Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Mantan Mendag Gita Wirjawan Menegaskan Indonesia Punya Peluang Bersaing Dengan Negara Besar Dunia (Foto: Kapanlagi.com)
Dream - Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gita Wirjawan, Indonesia mempunyai potensi untuk memiliki daya saing setara Hong Kong dan Singapura. Potensi itu bisa tercapai jika persoalan rendahnya rasio pajak (tax ratio) bisa diselesaikan.
Mengutip data pembayar pajak tahun 2014, ada sekitar 27 juta orang Indonesia yang tercatat sebaggai wajib pajak. Jumlah ini hanya 10,5 persen dari total populasi Indonesia yang mencapai 255 juta orang.
" Pada dasarnya, hanya 27 juta orang Indonesia yang membayar pajak," kata Gita dalam paparannya di Yale School Management tahun 2015, dikutip dari akun Twitter Strategic Review, @strategicrid, Kamis 28 Maret 2019.
Dengan jumlah wajib pajak tersebut, Indonesia mencatat rasio pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) baru sekitar 10,8 persen.
" Jika Anda lihat dari data itu, banyak orang yang tak membayar pajak," ujar pendiri Ancora tersebut
Menurut Gita, tingkat rasio pajak Indonesia tersebut masih rendah dibandingkan negara-negara anggita Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang rata-rata mencapai 30 persen.
Walaupun rasio pajak di Indonesia masih rendah, Gita mengatakan ada hal " baik" dari Indonesia. Selama ini perusahaan di Indonesia dikenakan pajak sebesar 25 persen dan perusahaan publik yang mencatatkan saham di bursa efek sebesar 20 persen.
Dari data-data tersebut, Mantan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melihat Indonesia sebetulnya memiliki potensi untuk berkembang lebih besar. Salah satu caranya adalah berupaya menaikkan rasio pajak di kisaran 15-20 persen.
Di sisi lain, setelah rasio pajak meningkat, pajak perusahaan bisa diturunkan menjadi kisaran 10 persen. Dengan tingkat pajak rendah, Gita yakin Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara seperti Hong Kong dan Singapura.
" Kita bisa sangat, sangat, kompetitif, bersaing dengan Singapura, Hong Kong," kata dia. " Ini jadi pertanyaan bagi pembuat kebijakan atau orang-orang yang ingin berpartisipasi dalam sejarah ekonomi Indonesia."
Dengar paparan Gita Wirjawan berikut ini
Indonesia may have executed a successful tax amnesty, but the hard work of reforming its tax collection system is far from finished.#taxreform #competitiveness #indonesia pic.twitter.com/B6qF989bTL
— Strategic Review (@StrategicRId)March 27, 2019
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

