Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ruang Sholat Yang Digunakan Bryan Conn (Foto: Facebook Bryan Conn)
Dream - Jika kita lihat perkembangan dunia saat kini, para pemeluk Islam sepertinya mulai merasa tak aman dan ditindas. Fenomena ini semakin terlihat di negara minoritas muslim.
Lihat saja apa yang terjadi di Myanmar. Jangan lupa isu Islamophobia yang kembali muncul di negara-negara maju seperti Amerika dan Perancis. Tak hanya isu muslim, masalah rasis' juga semakin menggejala.
Walau bagaimana pun, tak semua orang membenci Islam. Seorang pria Muslim bernama Bryan Conn baru saja dapat pekerjaan di California, Amerika Serikat.
Karena tak melihat ada ruang untuk beribadah, dia pun minta satu ruangan untuk mendirikan sholat. Bryan tidak mempersoalkan tempatnya ukuran ruanga yang akan dipakai. Yang penting cukup untuk melakukan sholat.
Setelah beberapa hari kemudian, ini yang terjadi.
" Baru-baru ini saya dapat pekerjaan baru di California. Pada hari pertama, saya bicara kepada bos dan juga staff HR bahwa saya adalah seorang Muslim.
© Dream
Saya hanya ingin minta waktu beberapa menit, beberapa kali sehari untuk melakukan ibadah. Saya memberitahu mereka bahwa saya tak persoalkan melakukan ibadah di mana-mana.
Lepas memberitahu hal itu, mereka sangat memahami.
Akhirnya saya ditunjukkan sebuah kamar gelap dan kosong, tak jauh dari tempat saya bekerja. Itu pun sudah lebih dari cukup dan saya senang ada kamar kosong yang tak digunakan.
© Dream
Setelah beberapa hari sholat di kamar yang gelap itu, saya masuk kamar itu sudah rapi dan nampak baru. Ada karpet, lampu dan satu rak kecil tempat untuk menaruh sepatu.
Dan ada satu catatan yang ditempel di pintu kamar tersebut berbunyi 'Quiet Room'. Jadi kamar itu disediakan kepada siapapun yang ingin melakukan ibadah atau ingin istirahat menenangkan diri.
Saya tak sangka dan tak mampu berkata apa-apa. Saya harap banyak orang yang menikmati dan menggunakan kamar baru itu."
(Sumber: ohbulan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya