Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total yang akan diberlakukan di DKI Jakarta membuat para pencukur memilih mudik ke kampung halaman. Setidaknya akan ada 1000 pemilik bisnis cukur akan pulang ke Garut.
Ketua Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG), Irawan mengatakan ribuan pemangkas rambut Asgar itu memperkirakan jumlah pelanggan akan berkurang saat PSBB kembali resmi berlaku.
" Saya sedih sih melihat kejadian PSBB diulang kembali. Saya sendiri yakini lebih dari 1.000 orang Asgar di Jakarta akan mudik ke kampung. Karena kan pelanggan berkurang saat PSBB," jelas Irawan dikutip Dream dari Merdeka.com, Jumat, 11 September 2020.
Menurut Irawan, PSBB merupakan momok bagi pelaku usaha pangkas rambut. Penghasilan mereka biasa akan tergerus karean roda bisnis bergantung sepenuhnya pada kedatangan pelanggan di salon mereka.
" Secara pribadi dan mewakili komunitas sebenarnya takut juga saat PSBB ini. Pendapatan kita kan bergantung dari pelanggan yang datang," tegasnya.

Belajar dari pengalaman PSBB sebelumnya, jumlah pelanggan yang menggunakan jasa mereka berkurang sampai lebih dari 90 persen. Kondisi inilahyang membuat para pemilik keterangan jasa cukur ini memilih untuk kembali ke kampung halaman.
" Karena PSBB buat orang lebih memilih di rumah. Mungkin takut juga keluar kan. Jadi, kemarin pelanggan kita ilang sampai 90 persen lebih, " paparnya.
Dengan pulang kampung, para tukang cukur Asgar ini berharap bisa mengurangi beban biaya hidup yang selam ini harus mereka keluarkan selama tinggal di ibu kota.
" Itung-itung meringankan beban biaya hidup kita di Jakarta yang mahal," ujar Irawan.
Dream - Pengelola rumah makan Warteg (Warung Tegal) mengaku khawatir penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di Jakarta akan kembali memukul pendapatan mereka. Pada PSBB pertama lalu, penghasilan Warteg anjlok sampai 90 persen.
Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara, Mukroni mengatakan sumber pendapatan usaha Warteg selama ini masih didominasi oleh pelanggan yang makan di tempat. Sementara sumbangsih dari layanan pemesanan Warteg hanya bisa mencapai 10 persen dari total pendapatannya.
Seperti diketahui, PSBB Total yang akan diberlakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membatasi aktivitas pemilik usaha restoran. Meski diperbolehkan tetap beroperasi, pelaku usaha kuliner ini akan dilarang menerima tamu yang makan di tempat.
Pada penerapan PSBB I dan transisi lalu, Murkoni melaporkan pendapatan para pemilik Warteg berkurang sampai 90 persen. Kondisi ini terjadi karena tidak ada aktivitas di masyarakat.
Kondisi ini diperkirakan akan kembali terjadi jika DKI Jakarta menerapkan lagi ketentuan PSBB Total seperti pada periode sebelumnya.
" Kalau hanya melayani makan bukan di tempat paling cuma 10 persen pendapatan kita," kata dia mengutip laman Merdeka.com
Menghadapi kekkhawatiran tersebut, Mukroni berharap pelaksanaan PSBB kali ini akan dilakukan dengan tata laksana yang lebih baik. Dia juga mengharap bisa mendapat bantuan langsung tunai atau keringanan biaya dari usaha yang dijalani.
Merujuk pada pengalaman PSBB Jakarta lalu, para pengusaha Warteg umumnya mencari solusi sendiri menghadapi dampak kebijakan tersebut.
" Intinya jangan sampai kita dibiarkan mencari solusi sendiri. Seperti PSBB yang sebelumnya. Kita dibiarkan bergerak kesana kemari untuk menyelamatkan usaha warteg," ungkapnya.
Meski khawatir, Mukrono menegaskan turut mendukung keputusan Pemprov DKI Jakarta yang kembali memberlakukan PSBB Total. Dia menyadari jika wabah Covid-19 telah menyebar luas dan berbahaya bagi kesehatan warga ibu kota.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya