Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sebuah bank terkemuka Inggris tengah menghadapi isu pemboikotan oleh umat Muslim karena keputusannya menutup rekening organisasi-organisasi Islam di seluruh Inggris. Umat Muslim menilai tindakan bank tersebut sebagai bentuk kampanye Islamofobia.
" Saya marah karena adanya keputusan tersebut. Hal ini seperti saya yang salah tapi keluarga saya yang juga dianggap salah," ujar Kepala Eksekutif Cordoba Foundation, Anas Altikriti seperti dikutip dari OnIslam, Sabtu, 2 Agustus 2014.
Komentar Altikriti ini usai menerima surat dari HSBC yang akan menutup rekeningnya dalam jangka waktu dua bulan ini. Hal yang sama juga dialami Masjid Finsbury Park di London yang mendapatkan surat penutupan rekening dari bank tersebut.
Para pihak yang ditutup rekeningnya oleh HSBC marah dan meminta pihak bank menjelaskan alasan penutupan rekening mereka dan tidak melakukan diskriminasi terhadap organisasi Islam.
Sayangnya, pihak HSBC menolak memberikan penjelasan tersebut.
" Satu-satunya alasan yang kita percayai adalah adanya kampanye Islamofobia terhadap masyarakat Muslim di Inggris," ujar perwakilan dari Masjid Finsbury Park.
Perwakilan Masjid lokal, Jeremy Corbyn, mengaku terkejut dengan tindakan bank tersebut.
" Masjid ini dikelola dengan sangat baik. Jika HSBC mengaku bermasalah, pihaknya harus menjelaskan apa permasalahannya. Anda tidak bisa memberikan surat keputusan begitu saja tanpa memberikan alasan apapun," tegasnya.
Menghadapi kemarahan umat Islam tersebut, juru bicara bank mengaku memang banyak nasabah yang terpengaruh kritikan itu.
" Kami tidak membahas nasabah individu atau perusahaan. Namun, pada Desember 2012, pihak HSBC telah didenda US$ 1,9 miliar oleh pemerintah AS dan Inggris karena menangguhkan penuntutan nasabah," ujar perwakilan HSBC.
" Bank ini telah beroperasi di lebih 70 negara dan keputusan menutup rekening ini bukanlah keputusan yang enteng, serta tidak didasari perbedaan ras atau agama nasabah. Diskriminasi ras dan agama pelanggan merupakan sesuatu yang tidak bermoral, tidak dapat diterima, dan ilegal. HSBC sudah memiliki aturan standard dan tidak pernah mengambil keputusan karena faktor ras atau agama," jelasnya.
Namun, penjelasan dari pihak HSBC ini gagal menenangkan kemarahan umat Islam yang memuncak karena telah memboikot rekening Welfare Trust yang memberikan bantuan untuk daerah konflik seperti Suriah dan Gaza.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya