Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tahun 2016 tumbuh 5,02 persen, lebih tinggi dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar 4,88 persen.
Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2016 sebesar Rp12.406,8 triliun, pedapatan per kapita masyarakat Indonesia saat ini mencapai Rp47,96 juta per tahun atau US$ 3605,1.
Dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia tahun ini meningkat Rp2,82 juta dari Rp 45,14 juta setahun.
Dikutip dari laman laporan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2016 yang dirilis BPS, Senin, 6 Februari 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tiga bulan terakhir 2016 tumbuh 4,94 persen dibandingkan periode sama setahun lalu.
Sepanjang tahun 2016, pertumbuhan tertinggi dicetak lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 8,90 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, tertinggi berasal dari komponen konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani rumah tangga sebesar 6,62 persen.
Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2016 tercatat mengalami kontraksi 1,77 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh efek musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mengalami kontraksi 21,24 persen. Dari sisi pengeluaran disebabkan oleh penurunan Ekspor neto.
Dilihat dari segi wilayah, struktur ekonomi Indonesia masih didominasi kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB yakni sebesar 58,49 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,03 persen, dan Pulau Kalimantan 7,85 persen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya