Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mata Uang Mongolia
Dream - Jutaan warga Mongolia menyumbangkan uang tunai, perhiasaan emas, bahkan kuda ternak untuk diberikan ke pemerintah. Harta itu diserahkan untuk membayar utang negara mereka.
Mongolia dikabarkan menunggak utang sebesar 1,48 triliun Tugrik Mongolia atau sekitar Rp 7.54 triliun yang harus dilunasi bulan depan.
Negara Asia Timur ini menghadapi masalah keuangan setelah krisis ekonomi susulan yang dipicu berkurangnya investasi asing. Pertumbuhan ekonomi China yang melambat serta anjloknya harga komoditas tembaga dan batubara ikut menjadi pemicu.
Kini, mata uang Mongolia, Tugrik dilaporkan telah kehilangan seperempat nilainya dari tahun lalu.
Laman Mynewshub melansir Reuters, mengatakan pemerintah Mongolia telah berbicara dengan China dan IMF untuk meminta bantuan pinjaman darurat. Namun langkah itu ditanggapi dingin investor.
Mereka menganggap upaya penyelamatan ini lewat utang asing ini tidak dapat belangsung cepat. " Jika mereka gagal mendapatkan dana penyelamatan dari pihak IMF, dari mana lagi pemerintah Mongolia patut memiliki dana untuk membayar tunggakan tersebut?" tanya analis pasar modal di Hong Kong.
Meski masyarakat Mongolia sudah biasa berada dalam kondisi hidup harian yang sulit, namun kebanyakan dari mereka tetap berjanji berkorban untuk melunasi utang negara sendiri.
Selama ini rakyat terpukul dengan kebijakan pemotongan anggaran pembangunan prasarana, peningkatan harga makanan dan bahan bakar, serta musim dingin yang berat sehingga mengancam parah sebagian besar ternak mereka.
Ide smbangan dari rakyat Mongolia mulai muncul sepanjang minggu ini, setelah beberapa ekonom terkemuka lokal dan anggota parlemen negara itu meluncurkan kampanye spontan tersebut.
Pihak perusahaan dan kalangan wakil rakyat turut mengulurkan uang sebagai upaya kontribusi terhadap beban keuangan negara tersebut. Sejauh ini sekitar 100 juta Tugrik, sekitar Rp539 miliar telah berhasil dikumpulkan.
(Sah/Mynewshub)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya