Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA secara resmi meminta proposal pada perusahaan yang mampu mengambil sampel kecil bebatuan di permukaan bulan. Perusahaan tersebut harus membuktikan sampel bulan tersebut ke dalam sebuah wadah kecil. Kemudian mengirimkan gambar dan data ke NASA.
Jika NASA setuju, sampel bebatuan dari bulan itu akan dibeli dengan harga Rp 210 juta hingga Rp 350 juta.
Tak hanya itu, NASA juga memberikan batasan waktu untuk pengiriman. Yaitu sebelum tahun 2024.

Uang yang dihasilkan dari pembelian bebatuan bulan ini mungkin terbilang kecil. Bila dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk mengirim pesawat ke bulan.
Namun, tawaran ini nampaknya menjadi ide baru dalam penciptaan pasar bulan. Dengan menggunakan konsep pembelian bahan yang digali dan diambil dari bulan ataupun dunia lain di tata surya.
Sejak tahun 2015, AS telah mengeluarkan kebijakan terkait perusahaan yang dapat memiliki materi dari hasil perjalanan luar angkasa. Hal ini tertulis dalam Undang- Undang Daya Saing Peluncuran Ruang Komersial.
Gagasan ini dinilai penting untuk mendorong perusahaan dan mitra internasional menggunakan sumber daya yang dipulihkan dari luar angkasa.

Pada bulan Mei, NASA mengumumkan pembuatan Artemis Accords, yaitu seperangkat pedoman standar untuk negara-negara yang ingin menjelajahi bulan dan memanfaatkan suber dayanya.
“ Kami menerapkan kebijakan yang dapat memicu era baru eksplorasi dan penemuan yang menguntungkan bagi semua manusia,” ungkap Jim Bridenstine, seorang administrator NASA.
Beberapa negara telah menyetujui gagasan ini. Seperti Luksemburg, yang menyatakan perusahaan dapat memiliki sumber daya yang mereka ambil dari luar angkasa.
Namun, ada pula negara yang menentang gagasan ini. khususnya China dan Rusia. Keduanya mengkritik gagasan penggunaan sumber daya luar angkasa.
Terlepas dari segala pro dan kontra, NASA sangat tertarik untuk memanfaatkan sumber daya bulan sebagai bagian dari program Artemis.
Tujuan Artemis adalah untuk mengembalikan manusia ke bulan secara berkelanjutan dengan menciptakan kehadiran jangka panjang di bulan.

NASA berharap dapat memanfaatkan kotoran di permukaan bulan untuk konstruksi. NASA juga berkeinginan untuk menggali es yang tersembunyi di kutub selatan bulan. Untuk digunakan sebagai bahan bakar roket.
NASA telah meminta tiga perusahaan swasta, SpaceX, Blue Origin, dan Dynetics, untuk mengembangkan pendaratan manusia yang dapat membawa astronot ke bulan.
Setelah pengumuman yang disampaikan oleh NASA, ada kemungkinan bahwa perusahaan tersebut akan mempertimbangkan penambahan misi penggalian dan pengambilan sampel.
Secara keseluruhan, NASA mengisyaratkan bahwa pembelian pertama ini bisa jadi hanyalah awal dari pertukaran sumber daya yang dilakukan diluar planet Bumi.
(Sumber: theverge.com)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa