Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Astronoyt (Sumber: Odditycentral)
Dream - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sedang mengeluarkan sayembara unik. Mereka sedang mencari ide terbaik untuk menyelesaikan persoalan buang air besar bagi para astronot yang mengenakan pakaian luar angkasa.
Menurut NASA, popok yang sementara ini menjadi solusi, hanya dapat dikenakan saat para astronot tanpa pakaian luar angkasa. Jadi selama peluncuran, pendaratan, atau pendaratan darurat, popok yang digunakan kerap membuat tak nyaman astronot.
Pemakaian popok terlalu lama di saat astronot menggunakan baju luar angkasa kerap menyebabkan infeksi dan iritasi pada kulit.
" Saya akan memberitahu Anda, penerbangan ruang angkasa tidak selalu glamor, di pesawat ruang angkasa orang-orang tetap harus pergi ke kamar mandi bahkan," kata astronot Richard Mastracchio dalam sebuah video promosi untuk Space Poop Challenge.
Untuk itulah NASA mengeluarkan sayembara itu. Mereka menawarkan US$30 ribu (Rp406 juta) bagi orang-orang yang dapat membuat dan menawarkan ide baju luar angkasa yang tetap nyaman digunakan para astronot dalam kondisi apapun.
" Bagaimana limbah ini diperlakukan sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan astronot atau bahkan membunuh mereka? ... Ini adalah masalah kami dan kami meminta Anda untuk membantu," ucap dia dilansir dari laman Odditycentral.
© Dream
Tetapi, untuk mengikuti sayembara ini, NASA memberi beberapa persyaratan. Pelamar, harus mempertimbangkan rancangan sistem baju luar angkasa yang mampu menangani limbah manusia tanpa menggunakan tangan hingga 144 jam.
Selain itu, baju luar angkasa itu harus mampu menangani limbah manusia pada tekanan medan magnet berdaya tiga hingga empat Gauss. Dan terakhir, sistem harus dirancang untuk kondisi ruang yang unik, di mana benda padat, cairan, dan gas mengambang di gaya berat mikro dan tidak mencampur tercampur.
Sayembara tersebut rencananya akan diadakan hingga 20 Desember 2016 mendatang. Pemenang akan diumumkan pada awal Januari 2017. Tertarik ikut? Klik tautan berikut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya