Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Indonesia Membekukan Keanggotaan Sementara Di OPEC Setelah Ada Keputusan Penurunan Produksi Minyak Mentah.
Dream – Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara (temporary suspended) keanggotaannya di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Export Countries). Keputusan ini diambil dalam Sidang ke-171 OPEC di Wina, Austria.
Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 1 Desember 2016, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan, langkah ini diambil pasca keputusan sidang OPEC berupa pemotongan produk minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari di luar kondensat.
Sidang ini juga meinta Indonesia untuk memangkas produksi minyak sebesar 37 ribu barel per hari. “ Padahal, kebutuhan penerimaan negara masih besar dan pada RAPBN 2017 disepakati produksi minyak pada 2017 turun sebesar 5 ribu barel dibandingkan tahun 2016,” kata Jonan.
Dengan demikian, pemotongan produksi minyak yang bisa diterima Indonesia adalah sebesar 5 ribu barel per hari.
Mantan menteri perhubungan itu mengatakan, pemotongan kapasitas produksi ini tidak menguntungkan Indonesia—sebagai negara net importer minyak—karena harga minyak secara teoritis akan naik.
Sekadar informasi, Indonesia pernah melakukan pembekuan sementara keanggotaan di OPEC, yaitu pada 2008 dan efektif tahun 2009. Lalu, Indonesia memutuskan kembali aktif sebagai anggota eksportir minyak pada awal 2016.
Pembekuan sementara ini disebut keputusan terbaik bagi seluruh anggota OPEC. Di samping keputusan pemotongan produksi minyak sebesar 1,7 juta barel per hari bisa dilakukan, Indonesia tidak terikat dengan keputusan yang diambil sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.
Bagaimana dengan harga minyak? Harga minyak pun langsung meroket. Keputusan OPEC untuk memotong produksi minyak dari 33,6 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel per hari, membuat harga minyak mentah Brent pun naik US$4,07 atau 8,8 persen di angka US$50,45 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) pun naik US$4,21 atau 9,3 persen menjadi US$49,44 barel.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya