Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Dream - Jelang Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016, terjadi kenaikan pengguna pesawat terbang. Sejak 16 November 2016 lonjakan penumpang berkisar antara 15 hingga 25 persen untuk tujuan luar negeri dan 25 hingga 35 persen tujuan domestik.
" Singapura, Malaysia, dan Thailand menjadi objek favorit untuk luar negeri. Sedangkan untuk dalam negeri Bali dan Yogyakarta," kata pengamat ekonomi Tito Rizal dalam diskusi Dampak Ekonomi Demo 411, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 30 November 2016.
Berdasarkan data yang dia peroleh, Tito mengatakan pengguna pesawat terbang mengalami kenaikan sebesar 15 hingga 30 persen untuk rute domestik dan 2 persen rute luar negeri. Hal itu terjadi saat demonstrasi pada 4 November kemarin.
Tito mensinyalir masih ada kekhawatiran situasi seperti 1998 kembali terulang. Sehingga, banyak dari mereka yang berusaha keluar Ibukota untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat. Menurut dia, para pengguna pesawat terbang itu kebanyakan adalah para pengusaha etnis Tionghoa.
" Para penguasaha yang mayoritas beretnis Tionghoa masih mengalami trauma," ucap dia.
Menurut Ade, meski telah berulang kali terucap damai, para pengusaha tersebut tetap memiliki kekhawatiran. Sebab, tidak ada jaminan dari pihak manapun aksi yang digelar berjalan damai.
Kondisi ini, kata dia, harus segera diatasi pemerintah. Sehingga, nantinya iklim investasi dapat terjamin dan para pemilik modal " tidak lari" ke negara lain.
" Memberikan fondasi yang utama stabilitas politik dan keamanan. Dalam berpolitik dan tingkah laku," ucap dia.(Sah)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
