Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Patricia Kluge, Seorang Wanita Kaya-raya Yang Jatuh Miskin. (Foto: New York Times)
Dream – Cerita seorang kaya yang jatuh miskin benar-benar terjadi di dunia nyata. Seorang wanita bernama Patricia Kluge, jatuh miskin setelah bercerai dengan suaminya, John W. Kluge.
Dilansir dari Forbes, Senin 30 Juli 2018, kisah Patricia berawal dia yang menikah dengan John. Patricia mengawali kariernya sebagai model majalan dewasa untuk suami pertamanya di majalah Knave.
Pada perjalanan ke New York City, dia bertemu dengan John W. Kluge. Patricia menikah dengan pria itu pada 1981.
Sembilan tahun kemudian, keduanya bercerai. Kluge, sang suami, menjadi salah satu orang terkaya Forbes dengan aset US$5 miliar (Rp72 triliun).
Bibit-bibit kehancuran Patricia muncul pada 1999. Ketika itu, dia sudah bersama suami ketiganya, William Moses. Bibit-bibit kehancuran ini bermula ketika Kluge membangun perkebunan anggur, Kluge Estate Winery and Vineyard.
Moses dan sang istri ingin membangun perkebunan anggur dekat perumahan. Mereka juga ingin menjadikan Virginia sebagai kiblat anggur terbaik dunia.
Anggur racikan Patricia dan Moses menuai pujian dari banyak pihak. Terbuai dengan pujian, Patricia bersemangat untuk meminjam uang demi perluasan bisnis. Selain mengembangkan bisnis anggur, keduanya juga membangun 24 rumah untuk multijutawan.
Ketika krisis melanda, harga properti anjlok dan perumahan yang berada di bawah Kluge tak bisa menarik pembeli. Alhasil, keduanya meminjam uang dari bank untuk menutup kebutuhan.
Pada tahun 2011, Patricia dinyatakan bangkrut karena utangnya menumpuk hingga US$47,5 miliar (Rp684,31 triliun).
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya