Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Indeks Syariah Kompak Menguat Mengawali Pekan Ini.
Dream - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali menembus level 6.000. Aksi beli investor mendorong indeks acuan lain di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga bergerak menguat.
Saham-saham di sektor pertambangan menjadi primadona pasar. Penguatan harga saham tambang turut mendorong tiga indeks acuan saham syariah kembali ditutup menguat.
Pada penutupan perdagangan BEI, Senin 30 Juli 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 1,392 poin (0,78%) ke level 180,700. ISSI bergerak menguat sepanjang perdagangan usai dibuka naik di level 179,441 dan menyentuh posisi tertinggi di 180,700.
Menguatnya lebih dari separuh penghuni indeks bluechips syariah juga mendorong dua indeks acuan saham unggulan syariah menguat. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) merangkak naik 5,195 poin (0,77%) ke level 676,971.
Sementara Indeks JII70 naik 1,767 poin (0,79%) ke level 225,741.
Sementara itu, IHSG awal pekan ini bergerak perkasa dengan kembali menembus level 6000. IHSG ditutup di level 6.027,936.
Transaksi perdagangan saham syariah melonjak tajam meski baru awal pekan. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, ISSI mencatat transaksi sebanyak 53,46 miliar lembar saham dengan nilai transaksi menembus Rp4,94 triliun.
Investor lebih senang bermain saham di sektor pertambangan sehingga indeksnya menanjak 2,72 persen. Kenaikan saham ini diikuti oleh industri aneka yang indeksnya naik 1,5 persen dan pertanian 1,01 persen.
Hanya ada dua indeks yang melemah, yaitu infrastruktur 0,2 persen dan perdagangan 0,1 persen.
Posisi top gainer bluechip syariah kali ini diraih oleh ITMG yang harga sahamnya melejit Rp1000, diikuti oleh UNTR Rp525, INDY Rp310, INTP Rp300, dan ICBP Rp175.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah kembali jeblok. Seharian dolar AS kembali bertengger di posisi Rp14.411 per dolar. Dolar AS naik 74 poin (0,52%) dari level pembukaan yang sebesar Rp14.337 per dolar AS. Nilai tukar rupiah sempat terseret ke zona terendah di Rp14.413 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?