Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pasangan Ini Sengaja Menunggak Biaya Kontrakan Karena Alasan Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sudah lebih dari sebulan sejak Nicole dan Pascal Vermeulen tidur dalam ketakutan. Pasangan paruh baya asal Lignieres, Prancis, itu tidur di rumah sewa yang tak punya pintu depan dan jendela.
Sang pemilik rumah mencopot pintu dan jendela karena pasangan ini tak membayar sewa.
Dikutip dari Oddity Central, Senin 20 Mei 2019, tiga tahun yang lalu, keluarga Vermeulen menemukan rumah sewa seluas 110 meter persegi di Lignieres. Tarifnya sebesar 650 euro (Rp10,49 juta) per bulan. Mereka berpikir itu adalah suatu kesepakatan yang bagus.
Namun, perkara ini muncul setelah mereka pindah ke rumah kontrakan. Ternyata, septic tank mampet serta toilet dan shower tidak bisa digunakan.
Keluarga ini harus berurusan dengan kotoran manusia yang datang melalui toilet dan saluran pembuangan di kamar. Dinding rumah yang ditutupi jamur.
Plus, garasi yang berbau seperti selokan.
Keluarga Vermeulen ini memohon kepada pemilik rumah kontrakan untuk memperbaiki septic tank. Bahkan, organiasasi kesehatan menilai rumah tersebut tidak sehat.
Tapi, pemilik cenderung cuek dan tidak menggubris permohonan Nicole dan Pascal Vermeulen.
Nicole dan Pascal memiliki penghasilan bulanan yang rendah. Mereka tidak bisa mencari tempat tinggal yang lain. Yang dilakukannya adalah berhenti membayar sewa.
Tapi, hal ini tidak berhasil dilakukan seperti yang diharapkan. Jangankan memperbaiki septic tank dan meminta mereka pergi. Pemilik rumah justru mengambil langkah drastis. Dia membongkar pintu dan jendela. Lalu, pasokan listrik dan air mereka dipotong.
Kotak surat dan gerbang taman pun dicopot oleh pemilik. Para penyewa ini tak bisa berbuat apa-apa selain menontonnya. Ini membuat pasangan suami istri itu bergiliran berjaga.
“ Kami tidak punya pintu lagi. Kami takut pemiliknya masuk begitu saja,” kata Nicole dalam wawancara radio.
Pasangan itu ketakutan, karena pemilik rumah dilaporkan memiliki keyakinan sebelumnya atas kekerasan bersenjata selama konflik lingkungan sebelumnya.
Pasangan ini pernah membawa masalah ini ke pengadilan. Hakim memutuskan pemilik rumah bersalah dan harus membayar 2.800 euro (Rp45,21 juta).
Sayangnya, sampai saat ini, uang itu belum diterima sepeser pun.
Nicole dan Pascal kini mencari solusi rumah pindah darurat. Tapi, dengan bujet bulanan 530 euro (Rp8,56 juta), tugas itu terasa menakutkan.
Sementara ini, pasangan itu tidur di rumah tanpa pintu dan jendela.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya